The Shape of Water Film ‘Politis’?

Selain mendapat 13 penghargaan di Piala Oscar, film yang mempertemukan manusia tuna wicara dengan ‘Amphibian Man’ ini juga menyimpan pesan untuk para penikmatnya.
, Majalah Kartini | 06/04/2018 - 17:00

Majalah Kartini.co.id – Ajang penghargaan Oscar memberi kejutan untuk film The Shape of Water karena mendapatkan 13 nomasi di Oscar 2018 yang sebelumnya dipegang oleh The Lord of The Rings: The Fellowship of the Ring. The Shape of Water berhasil mendapatkan Piala Oscar beberapanya yaitu pada kategori sutradara terbaik, skoring musik orisinal terbaik, film terbaik, dan desain produk terbaik.

Film ini mempertemukan manusia dengan makhluk bukan manusia sehingga mengingatkan kita kepada suatu film yang cukup menjadi favorit yaitu Beauty and The Beast pada tahun 2017 lalu. The Shape of Water adalah kisah cinta yang sangat dewasa sebab terdapat sebuah fantasi yang erotis sehingga terlihat menakutkan jika dilihat dengan mata. Tidak hanya itu film ini seakan mengangkat berbagai isu yang kini penting.

Guillermo del Toro sutradara kenamaan dunia asal Meksiko mempercayai tokoh utama dalam film ini kepada Sally Hawkins yang berperan sebagai wanita tuna wicara. Sally Hawkins mempunyai kemampuan dalam berperan yang tidak perlu diragukan lagi karena beberapa penghargaan sebagai aktris terbaik di Golden Globe Awards sebagai buktinya. Dari peran yang dimainkan, Sally tidak bisa berbicara tapi tiba-tiba bisa jatuh cinta dengan ‘Amphibian Man’.

The Sahape of Water tampil unik karena tema dan isi cerita yang diangkat. Cerita film ini beresonasi dengan kenyataan yang dekat dengan kita seperti salah satu contoh perlakuan minoritas di tahun ‘60-an’ yang masih bisa dijumpai di ‘zaman now’. Film ini tidak pernah meminta penikmatnya untuk memiliki rasa belas kasihan karena yang ingin ditunjukan pada film ini ialah para ‘outcast’.

Sinematografi ini memberikan makna bahwa idealisme sejatinya tidak akan pernah mati jika kita bisa menyuarakannya, harus bisa menangkap kesempatan, menjadi pribadi yang bisa menempatkan diri dengan baik, hidup harus penuh dengan perjuangan, menjadi sosok yang bisa beradaptasi dengan siapa dan di mana saja, dan mengajarkan bahwa kehidupan tidak bisa diprediksi sesuai kesenangan kita saja semua harus dengan usaha dan perjuangan. (*)

 

Teks : Adeline Hermina Felicia

Tags: , , , , , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: