Waspada Bahaya Penggunaan Aplikasi Kencan Online

Ada yang perlu diperhatikan terkait risiko buruk yang mengancam pengguna aplikasi online.
, Majalah Kartini | 10/11/2016 - 16:30

MajalahKartini.co.id – Kesibukan pekerjaan atau aktivitas lain sering membuat perempuan lajang kurang bersosialisasi. Ingin mencari jodoh tapi kekurangan waktu, mengapa tidak mencoba aplikasi kencan online.

Tapi ada yang perlu diperhatikan terkait risiko buruk yang mengancam pengguna aplikasi online. Psikolog asal Amerika, Ryan Anderson, menguraikan bahaya kencan online dalam tulisan bertajuk The Ugly Truth About Online Dating yang dimuat di laman Psychology Today.

1. Identitas palsu
Cara ini memang bukan hal yang baru agar terlihat sempurna. Data dari lembaga survei OpinionMatters, sebanyak 53 persen peserta kencan online di Amerika Serikat pernah berbohong. Perempuan ternyata lebih banyak berbohong daripada laki-laki, terutaam terkait penampilan. Lebih dari 20 persen peserta perempuan menggunggah foto diri yang lebih mudah.

Tapi bukan berarti laki-laki lebih baik. Mereka sering berbohong mengenai kondisi keuangan. Lebih dari 40 persen peserta laki-laki pernah melakukannya. Tetapi cara ini juga digunakan oleh sepertiga perempuan.

2. Tak benar-benar mencari pasangan
Memang banyak laki-laki yang benar-benar serius mencari jodoh melalui aplikasi online. Tapi hal yang perlu dicermati oleh perempuan pencari pasangan adalah banyak laki-laki yang hanya memuaskan hasrat seksualnya saja. Menurut Anderson, para lelaki sering menilai perempuan yang dikenal melalui jaringan online bisa dibawa ke tempat tidur.

Jadi, para perempuan perlu waspada bila teman kencan onlinennya sudah menjurus ke arah porno.

3. Penipuan uang
Para perempuan mesti waspada kepada setiap calon teman kencan yang meminta informasi keuangan pribadi. Karena itulah, jangan memberikan telepon rumah, alamat email pribadi, dan lain-lain. Teman kencan tak perlu tahu di mana anda tinggal dan bagaimana cara membayar tagihan.

4. Hubungan terlampau singkat
Data menunjukkan lebih dari sepertiga pengguna laman kencan online tak pernah benar-benar pergi bersama dengan orang yang mereka temui di aplikasi tersebut.Menurut penelitian dari Universitas Negeri Michigan, sebanyak 28 persennya tidak akan bertahan lebih dari satu tahun, lebih tinggi dibanding pasangan yang memulai hubungan dengan pertemuan langsung. Selain itu, pasangan yang bertemu lewat kencan online juga tiga kali lebih tinggi untuk bercerai.

5. Menjadi Pemilih dan suka menghakimi
Asosiasi Ilmu Psikologi di Amerika Serikat mengatakan beberapa pengguna aplikasi online menjadi orang yang suka menghakimi dan pemilih dibandingkan sebelumnya. Mereka sering membatalkan kencan setelah melihat teman kencannya tak sempurna. (Ndari Sudjianto/Foto: Shutterstock)

Tags: , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: