Tips Mengelola Keuangan Bagi Orangtua Muda

Karena masih banyak orangtua muda yang kesulitan mengelola keuangan keluarganya meskipun pendapatan besar.
, Majalah Kartini | 09/04/2017 - 11:13

Mengelola Keuangan Bagi Orangtua Muda

MajalahKartini.co.id – Menjadi orang tua diusia muda tidaklah mudah. Setiap bulan harus mengatur dan mengelola keuangan dengan baik. Masih banyak orang tua berusia muda yang sulit mengatur finansial keluarga meskipun pendapatan yang dihasilkan cukup besar. Lalu apa yang salah?

Biasanya orangtua muda kebingunagn dalam mengatur berbagai pengeluaran saat memiliki cicilan tenor panjang yang harus dilunasi, misalnya rumah atau mobil. Namun, jangan khawatir , bagi Anda orangtua muda yang masih sulit mengatur keuangan keluarga, seperti dilansir CekAja.com ada beberapa tips yang bisa Anda lakukan.

1. Buat daftar pengeluaran wajib
Sebaiknya Anda mengkalkulasi berapa banyak yang dibutuhkan untuk membeli kebutuhan pokok, bahan makanan, KPR rumah, listrik, air hingga transportasi. Jangan lupa masukan juga anggaran popok si kecil. Saat jumlahnya lebih dari 70 persen, maka sebaiknya Anda mengencangkan ikat pinggang.
Mungkin Anda akan terkejut jika total biayanya lebih kecil daripada yang Anda bayangkan. Disinilah manfaat kenapa Anda harus membuat daftar pengeluaran.

2. Anggap menabung sebagai pengeluaran wajib
Menabung merupakan hal utama yang harus dilakukan. Kemudian sisanya Anda bisa menggunakannya untuk konsumsi. Hal ini mungkin akan sulit dilakukan oleh para orangtua muda dengan segudang pengeluaran. Padahal menabung bisa menyelamatkan masa depan jika ada sesuatu yang tak terduga di kehidupan Anda. seperti misalnya pergi ke bengkel karena mobil rusak atau sekedar memperbaiki elektronik yang rusak. Cobalah menyisihkan 10 persen dari penghasilan Anda. jika sulit, mulailah dengan 5 persen. Jika Anda masih sulit melakukannya, tandanya Anda harus belajar mengurangi pengeluaran.

3. Jangan membeli saat tak punya uang
Jika Anda merasa di tabungan tidak ada uang, sebaiknya jangan merencanakan untuk memiliki benda yang tidak termasuk dalam list kebutruhan penting Anda. hal inilah yang nantinya membuat Anda terjebak oleh utang. Tapi dengan cara ini, Anda dan pasangan tidak perlu takut gaji langsung cepat karena harus membayar ini itu.

4. Punya tabungan khusus untuk si kecil
Bagi para orangtua sebaiknya memiliki tabungan khusus untuk buah hati Anda. tabungan ini bukan hanya berbentuk tabungan pendidikan untuk masa depan, namun juga untuk kebutuhan si kecil seperti mainan, tiket liburan atau hal yang dibutuhkan si kecil lainnya. Anda pun bisa menetapkan aturannya sendiri. Misalnya jika anak minta mainan, beri tahu bahwa mainan yang boleh dibeli tidak boleh lebih dari Rp 100.000. Daripada menolak setiap permintaan si kecil, buat anggaran kecil untuk memenuhi kebutuhannya.

5. Anggaran Anda harus dalam bentuk cair
Masalah finansial sering kali setiap bulannya selalu berbeda. Misalnya saat masuk tahun ajaran baru, anak butuh seragam baru. Bulan berikutnya ada anggota keluarga yang akan menikah sehingga harus menjahit seragam.
Dengan begitu, karena cerita yang berbeda-beda Anda harus memiliki budget secara fleksibel. Namun, fleksibel disini bukan berarti Nada bisa menghabiskan uang lebih banyak. Budget fleksible ini membuat Anda tidak stres jika tiba-tiba anak Anda jatuh sakit.(Winggi/ Foto : pixabay)

Tags: , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: