Risiko Epilepsi Bisa Serang Penderita Obesitas Saat Hamil

Risiko epilepsi meningkat 11 persen pada anak-anak dari ibu yang kelebihan berat badan.
, Majalah Kartini | 07/04/2017 - 19:15

Risiko Epilepsi Bisa Serang Penderita Obesitas Saat HamilMajalahKartini.co.id – Obesitas pada setiap tahap dalam hidup tidak sehat. Termasuk jika seorang wanita mengalami obesitas saat hamil, maka dapat menyebabkan banyak masalah, termasuk risiko pada bayi. Salah satu risiko kondisi kesehatan yang bisa menimpa bayi adalah epilepsi.

Sebuah studi menunjukkan, obesitas atau kelebihan berat badan ibu hamil secara signifikan dapat meningkatkan risiko untuk anak-anak mengembangkan epilepsi (gangguan aktivitas sel saraf di otak yang menyebabkan kejang).

Hasil penelitian menunjukkan, risiko epilepsi meningkat 11 persen pada anak-anak dari ibu yang kelebihan berat badan (BMI 25-30), dibandingkan dengan anak-anak dari ibu berat badan normal.

Sementara wanita dengan grade I obesitas (BMI 30-35) meningkatkan risiko epilepsi 20 persen pada anak-anak. Selanjutnya, risiko epilepsi meningkat 30 persen pada anak-anak dari ibu yang obesitas grade II (BMI 35-40). Sedangkan, risiko untuk anak-anak dengan ibu dalam kategori obesitas grade III adalah 82 persen.

“Mengingat kelebihan berat badan dan obesitas merupakan faktor risiko yang dapat diubah, pencegaha pada wanita usia reproduksi mungkin strategi kesehatan yang penting untuk mengurangi kasus epilepsi,” kata Neda Razaz dari Karolinska Institute di Swedia yang dikutip Zeenews, Jumat (7/4).

Sementara itu, para ahli berpendapat, kelebihan berat badan dan obesitas maternal dapat meningkatkan risiko cedera otak, menyebabkan berbagai gangguan perkembangan saraf. Obesitas pada ibu hamil juga dapat memengaruhi perkembangan saraf melalui peradangan yang mengarah ke epilepsi. Selain itu, komplikasi yang berkaitan dengan neonatal-asfiksia, juga terkait dengan peningkatan risiko epilepsi pada anak. (Foto: Shutterstock)

Tags: , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: