Sering Terpapar Sinar Matahari Sebabkan Panas Dalam

Panas dalam bisa diperparah oleh paparan sinar matahari lebih sering sehingga menurunkan daya tahan tubuh.
, Majalah Kartini | 24/08/2017 - 11:05

a young beautiful girl on the beach

MajalahKartini.co.id – Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr. Surahman Muin, SpPD menjelaskan, panas dalam sebenarnya adalah perasaan panas di dalam tubuh, terutama pada sistem pencernaan, tetapi pada pemeriksaan suhu tubuh tidak lebih dari 37, 5 derajat Celsius. “Panas dalam merupakan petunjuk terjadinya dehidrasi atau tubuh kekurangan cairan sehingga perlu minum air,” kata dr. Surahman dalam acara bertajuk “Sejukkan Hati, Naik Haji bersama Cap Kaki Tiga” oleh PT. Kino Indonesia Tbk di Asrama Haji Embarkasi Bekasi, Selasa (15/8).

Ia menjelaskan gejala utama kondisi ini adalah haus, merasa panas tapi bila orang lain pegang permukaan tubuh tidak terasa panas serta urine berwarna kuning pekat. Keadaan panas dalam ini bisa diperparah akibat terpapar panas matahari yang berlebihan sehingga berisiko menurunnya daya tahan tubuh. Akibatnya, dapat menyebabkan sejumlah gangguan pernapasan seperti radang rongga hidung dan pharings, bronkhitis, pneumonia atau infeksi paru. Juga dapat memicu kemerahan pada konjungtiva, heat stroke atau sengatan panas serta kulit kaki menjadi pecah-pecah dan kering. Maka dari itu, saat menghadapi cuaca panas, Surahman menyarankan para jamaah haji untuk memakai masker yang selalu dibasahi.

Sehingga, lanjut dia, kelembaban udara yang masuk paru-paru akan lebih sesuai untuk tubuh orang Indonesia. Juga sediakan botol minuman yang mudah dibawa-bawa agar dapat minum kapan saja untuk menghindari dehidrasi. Dehidrasi adalah suatu kondisi dimana cairan yang terkandung di dalam tubuh berkurang, sehingga tubuh tidak punya cukup cairan untuk menjalankan fungsi normalnya.

Lebih lanjut dr. Surahman menjelaskan, mengkonsumsi air yang cukup adalah salah satu cara agar kita terhindar dari dehidrasi. Air adalah salah satu asupan penting yang sangat diperlukan tubuh untuk mempertahankan suhu normal di dalam tubuh. Saat beribadah haji, hindari aktivitas yang tidak berhubungan dengan rangkaian ibadah terutama di udara terbuka. “Dan jangan lupa, banyak mengkonsumsi buah-buahan yang kadar airnya lebih banyak serta istirahat cukup sehingga daya tahan tubuh bisa recoverycepat,” tukasnya.

Selanjutnya, produksi buang air kecil diusahakan 40 cc per jam dengan warna urine kuning muda dan bening. Terkait pola makan, sebaiknya diatur porsinya untuk karbohidrat sebanyak 35%, protein 35% dan lemak 30%. Selain itu, para jamaah haji juga dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan rutin dan segera berhubungan dengan petugas kesehatan yang berada di kelompok atau kloter apabila timbul masalah dengan kesehatan. “Yang paling penting memang minum yang cukup. Tidak boleh ada perasaan haus dan lapar,” sebut Surahman. (Foto: Ilustrasi)

Tags: , , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: