Diet yang Hadir karena Indeks Glikemik

Makanan dengan indeks glikemik rendah seperti sayuran dan buah tertentu memang baik, namun tidak semua kelompok makanan bersifat sehat. Beberapa diet yang sedang trend di masa sekarang adalah berdasarkan dari indeks glikemik.
, Majalah Kartini | 12/04/2018 - 12:00

MajalahKartini.co.id – Diet Indeks Glikemik awalnya diperkenalkan untuk para penderita diabetes di tahun 1960-an. Diet ini memberikan peringatan terhadap makanan yang mengandung karbohidrat. Beberapa jenis makanan seperti kentang, nasi putih, gula, roti putih, dan minuman bersoda memiliki indeks glikemik yang tinggi.

Angka indeks glikemik terkadang dapat ditemukan pada label kemasan makanan. Kategori tinggi rendahnya indeks glikemik pada umumnya dibagi menjadi tiga yaitu kategori rendah 55 atau kurang dari 55, sedang 56-69, dan tinggi 70 atau lebih dari 70. Tetapi yang harus diketahui, angka indeks tersebut dapat berubah saat makanan telah diolah bersama dengan bahan lainnya.

Ada beberapa diet yang muncul berdasarkan hadirnya indeks glikemik yang makin populer, diantaranya ialah Sugar Busters Diet, South Beach Diet, dan Zone Diet.

  1. Sugar Busters Diet

Diet ini bertujuan untuk mengontrol asupan karbohidrat tetapi diet ini lebih memfokuskan seseorang dalam hal mengonsumsi gula. Pada diet ini ada beberapa cakupan makanan sehat yaitu beberapa jenis buah dan sayur yang dilarang seperti wortel, jagung dan beetroot. Uniknya pada diet ini tidak ada batasan untuk mengonsumsi nasi dan roti.

  1. South Beach Diet

Diet ini cocok untuk para penderita diabetes dan obesitas karena adanya kecepatan pengukuran pangan terhadap kadar gula darah. Pada diet ini biasanya terbagi menjadi 3 fase, fase pertama tidak ada kosumsi karbohidrat, fase kedua seperti di fase pertama tetapi diperbolehkan ada asupan karbohidrat seperti roti gandum, beras merah, yogurt low fat, apel, dan lain-lainnya, dan fase yang terakhir ialah masa maintenance dari fase pertama dan kedua.

  1. Zone Diet

Diet ini akan terasa rumit karena adanya pengukuran keseimbangan terhadap asupan makanan. Diet ini menggunakan program dalam asupan makan dengan ketat yaitu dengan mengonsumsi 40% karbohidrat, 30% protein, dan 30% lemak dalam setiap sajiannya.

Selain ketiga macam diet tersebut, kadar gula dalam tubuh seseorang dipengaruhi dengan aktivitas dan tingkat usianya. Jadi, usaha untuk sehat melalui diet harus didukung dengan aktivitas yang seimbang seperti olah raga yang cukup.

Tags: , , , , , , , , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: