Diet Plastik: Bahan Ramah Lingkungan Pengganti Plastik

Sejumlah produk ramah lingkungan sudah hadir menggeser kepopuleran plastik. Inilah masanya memulai diet plastik.
, Majalah Kartini | 14/04/2019 - 18:00

Foto: Istimewa

MajalahKartini.co.id – Penggunaan plastik berlebih membuat kerusakan lingkungan yang besar. Sebab, plastik adalah material yang sulit untuk terurai di alam. Setidaknya, membutuhkan waktu 1.000 tahun untuk secara alami mengurai plastik di dalam tanah. Atau dengan kata lain terdekomposisi dan terurai dengan sempurna. Banyak yang beranggapan pembakaran plastik adalah solusi melenyapkan dengan cepat. Tapi asap yang ditimbulkan justru berbahaya bagi yang menghirupnya. Tak lain karena kandungan zat yang berbahaya bagi pernapasan. Oleh karenanya, praktik penggunaan plastik sekali pakai mulai perlahan-lahan dikurangi.

Dengan tersebarnya kampanye penggunaan anti plastik, semakin menyadarkan masyarakat tentang penggunaan plastik yang berlebih. Setelah pemerintah melakukan penyuluhan diet plastik, mulai banyak pihak kreatif membuat sesuatu yang bermanfaat dengan konsep ramah lingkungan.

Sebagian besar plastik digunakan untuk kepentingan sehari-hari seperti makan, minum dan mandi. Oleh karena itu sejumlah produk ramah lingkungan mulai hadir menggeser penggunaan plastik sebagai alternatif solusi. Berikut ini beberapa produk ramah lingkungan pengganti produk berbahan plastik.

Alat Makan Kayu Portable

Foto: Istimewa

Biasanya saat makan di luar atau membelinya untuk dibawa pulang, makanan atau minuman dibungkus dengan plastik atau styrofoam. Tak jarang sebagai pelengkap, disertai pula dengan sedotan atau alat makan plastik. Sebagai langkah awal, mulailah meminta penjual untuk tidak memberikan sendok, garpu dan sedotan plastik, ataupun sumpit sekali pakai. Ganti alat-alat makan sekali pakai itu dengan alat makan portable yang bisa digunakan berkali-kali. Kini perlengkapan makan ramah lingkungan tersebut banyak dijual dengan berbagai macam varian bahan dan desain. Mulai dari stainless, kayu, bahkan yang berbahan kaca.

Pembalut Katun

Foto: Istimewa

Pembalut yang sudah digunakan setelahnya akan menjadi sampah plastik yang sulit untuk diurai. Untuk itu sudah banyak beredar pembalut katun untuk dicuci pakai.  Tak perlu khawatir tidak merasa nyaman saat memakainya.

Pembalut katun sudah dirancang sedemikian rupa untuk memberikan kenyamanan bagi penggunanya. Pembalut model ini memungkinkan udara tersalurkan di area intim. Serta jangan takut terkena iritasi, sebab bahan yang terbuat dari katun sangat lembut. Motif yang ditawarkan juga beragam dan bisa dipilih sesuai selera. Yang terpenting, bantalan bisa digunakan kembali dengan dicuci.

Sikat Gigi Bambu

Foto: Istimewa

Sikat gigi adalah alat yang selalu digunakan secara berkelanjutan. Hampir semua orang menggunakan sikat gigi plastik. Sudah menjadi kebiasaan juga untuk menggantinya setelah 3 bulan penggunaan. Jadi dapat dibayangkan berapa jumlah limbah yang terakumulasi dalam setahun. Dengan mengganti sikat gigi plastik dengan bahan bambu, limbah plastik dari sikat gigi juga akan berkurang. Selain itu, sikat gigi bambu memiliki dampak lingkungan yang lebih rendah daripada sikat gigi plastik. Ini dikarenakan materialnya yang terbuat dari bahan bio-degradable.

Kotak Makan Stainless

Foto: Istimewa

Ingin tetap menjaga kesehatan agar terhindar dari makanan yang tercampur zat kimia? Kotak makan stainless merupakan solusi tepat untuk menyiapkan makanan dengan tenang. Kotak makan ini sangat fungsional, aman dan praktis. Karena jika memakai kotak makan plastik akan menimbulkan bau pada makanan. Kotak makan stainless ini bahannya pun anti karat dan dilengkapi pula dengan tasnya yang variatif. Banyak pilihan warna dan juga desain yang unik.

Baca juga: Bahaya Minum dari Botol Plastik Bagi Ibu Hamil

Tags: , , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: