Aneurisme Otak, Bom Waktu Kematian yang Mengintai Perempuan

Perempuan perlu waspada pada gejala penyakit ini, mengingat aneurisme otak bagai bom waktu kematian ketika ‘Balon’ darah di dinding arteri pecah.
, Majalah Kartini | 01/04/2019 - 20:00

Foto: Shutterstock

MajalahKartini.co.idAneurisme otak bisa terjadi akibat adanya titik tipis di arteri pembuluh darah mengembang atau menyundul dan terisi darah. ‘Balon’ darah di dinding arteri ini disebut dengan aneurisme otak.

Rahul Jandial MD, PhD, penulis buku “Neurofitness” dan dokter bedah otak di Los Angeles mengatakan, “Banyak orang tak menyadari bahwa mereka mengalami aneurisme dan bisa hidup bertahun-tahun. Kondisi ini akan menjadi berbahaya ketika ‘balon’ tersebut pecah dan menimbulkan komplikasi serius”.

Aneurisme otak merupakan penyakit yang tergolong serius karena dapat menimbulkan kerusakan otak atau bahkan kematian. Siapa pun bisa mengalami aneurisme otak. Namun, kondisi ini umumnya diderita oleh perempuan berusia di atas 40 tahun.

Perempuan menjadi yang paling sering mengidap penyakit ini, tapi belum diketahui secara pasti apa penyebabnya. Beberapa memercayai adanya kaitan dengan penolakan atau kekurangan estrogen. Faktor gaya hidup pun bisa menjadikan penyebabnya seperti genetik, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, merokok, dan penggunaan obat-obatan bisa berisiko tinggi.

Baca Juga: Kacang Dapat Meningkatkan Fungsi Otak

Gejala aneurisme otak pada tiap penderitanya berbeda-beda, pada kasus aneurisme otak yang belum pecah, gejala baru ditunjukkan saat aneurisme sudah begitu besar hingga menekan jaringan atau saraf pada otak. Ada pun gejala tersebut berupa, nyeri di sekitar mata, pusing, kelumpuhan pada salah satu sisi wajah, adanya gangguan penglihatan, sampai dengan sulit berbicara.

Saat aneurisme sudah pecah, pendarahan akan terjadi dan bisa menyebabkan stroke, kerusakan otak, koma dan bahkan kematian, ia melanjutkan. Pada dasarnya aneurisme otak adalah bom waktu dan sering tak terdeteksi karena sangat sulit didiagnosis.

Sekitar 40 persen kasus penyakit ini fatal dan 15 persen pengidapnya meninggal sebelum mencapai rumah sakit. Maka dari itu, jika mengalami gejalanya segera pergi ke unit gawat darurat sebelum terlambat. Dapatkan diagnosis dan pengobatan secepatnya memperbesar kesempatan untuk pulih seutuhnya.(*)

Tags: , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: