Kesalahan Atasan Penyebab Karyawan Terbaik Resign

Ada sembilan hal buruk yang membuat karyawan terbaik hengkang dari perusahaan.
, Majalah Kartini | 03/05/2017 - 16:20

Kesalahan Atasan Penyebab Karyawan Terbaik Resign

MajalahKartini.co.id – Kita seing mendengar keluhan manajer soal karyawan terbaiknya yang keluar dari perusahaan atau resign. Para bos ini menyalahkan kondisi, pihak karyawan, namun menghiraukan masalah yang sebenarnya terjadi.

Dikutip dari Huffingtonpost, sebenarmya masalah ini bisa dihindari kalau para pemimpin perusahaan menyadari permasalahan yang sebenarnya. Manajer perlu memahami sembilan hal terburuk yang mereka lakukan hinga membuat bawahan hengkang.

1. Terlalu banyak memberi pekerjaan
Memang sangat menggoda untuk memberikan pekerjaan karyawan karena hampir semua dikerjakan dengan hasil yang memuaskan. Tapi justru itu membuat karyawan tidak nyaman dan merasa dihukum. Penelitian menunjukan produktivitas menurun ketika harus bekerja 50 jam dalam sepekan.

2. Tak menghargai kontribusi karyawan
Sekadar menepuk bahu ketika karyawan bekerja baik sudah menunjukan penghargaan. Apalagi kalau atasan memberikan penghargaan yang terlihat oleh rekan-rekannya, tentu menambah semangat mereka bekerja. Sayangnya, banyak atasan yang lupa.

3. Tak peduli dengan karyawan
Hampir sebagian besar karyawan memilih resign karena hubungannya yang tak baik dengan atasan. Bos yang baik adalah bergembira ketika stafnya sukses, berempati ketika ada masalah sulit, dan memberikan apresiasi kepad akaryawan yang berhasil.

4. Tak menghargai komitmen
Ketika seorang manajer memegang komitmen, karyawan akan percaya dan bertanggung jawab dengan pekerjaanya. Tapi bila atasan tidak bisa menjaga komitmen yang telah dijanjikan kepada pekerja, resign bisa menjadi pilihan.

5. Salah mempromosikan orang
Karyawan yang baik akan bekerja dengan profesional. Namun bila para manajer salah menempatkan orang pada pekerjaan tertentu, karyawan bisa lari. Buruknya lagi bila atasan salah mempromosikan orang.

6. Tak membiarkan karyawan mengejar gairah
Karyawan yang bekerja sesuai passion tenty sangat mempunyai produktivitas yang baik. Tapi kalau atasan memberi banyak batasan maka jangan harap mendapatkan hasil yang baik.

7. Tak mengembangkan ketrampilan karyawan
Karyawan sebagus apapun membutuhkan ruang untuk pengembangan kemampuannya. Atasan yang tak memberi kesempatan akan ditinggal bawahannya.

8. Gagal menggunakan kreativitas karyawan
Karyawan cerdas tentu mempunyai inovasi yang kadang membawa perubahan berbeda bagi perusahaanya. Tapi sering kali manajer lebih menyukai status quo sehingga bawahannya memilih pergi.

9. Gagal menetapkan target
Seorang bos biasanya membuat target untu karyawannya. Bila target terlalu rendah, karyawan bertalenta akan cepat bosan. (Foto: Shutterstock)

Tags: , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: