Plasenta Akreta Mengancam Nyawa Ibu

Kehamilan merupakan situasi kompleks yang dapat membawa banyak kondisi pada tubuh perempuan, di antaranya ketika seorang perempuan mengalami plasenta akreta yang dapat mengancam nyawa.
, Majalah Kartini | 14/03/2019 - 11:00

plasenta akretaMajalahKartini.co.idPlasenta akreta merupakan salah satu komplikasi kehamilan dengan risiko amat tinggi. Beberapa kondisi abnormal juga kerap terjadi pada plasenta. Ketika plasenta melekat kuat di dinding rahim setelah melahirkan, dapat membawa risiko pendarahan hebat bagi sang ibu.

”Saat seorang perempuan melahirkan, normalnya setelah bayi lahir, plasenta akan terlepas dengan sendirinya dari dinding rahim. Pada kasus plasenta akreta, sebagian atau seluruh plasenta tidak dapat lepas bahkan melekat kuat pada dinding rahim,” papar dr. Annamaria Niken Ayu Saraswati, Sp.OG.

Lalu, faktor seperti apa yang menyebabkan terjadinya plasenta akreta? Apakah sindrom ini dapat dicegah? ”Sampai saat ini belum diketahui secara pasti faktor penyebabnya, diduga dinding rahim yang tidak normal karena berbagai kondisi menjadi penyebabnya,” jelas Annamaria. Dengan demikian, cara mencegah munculnya sindrom ini pun belum dapat dikonstruksikan secara tepat karena hanya bisa dideteksi lebih awal dengan USG dan faktor risiko.

Jika seorang ibu didiagnosis memiliki plasenta akreta di rahimnya, maka risiko paling besar yang dapat terjadi adalah pendarahan masif akibat rahim yang tidak dapat berkontraksi. Hal ini, jika tidak ditangani dengan baik, bisa menyebabkan kematian.

Baca juga: Ketahui Risiko Hamil di Usia 35 tahun Ke Atas

MENGANTISIPASI PLASENTA AKRETA

Annamaria menjelaskan bahwa umumnya kasus plasenta akreta baru diketahui ketika seorang ibu kesulitan mengeluarkan plasenta, atau saat plasenta tidak bisa lepas dengan sendirinya. ”Jika plasenta akreta diketahui lebih awal saat kehamilan, maka sebisa mungkin tidak dilakukan persalinan normal dan dipersiapkan kelahiran melalui operasi ceesar saat bayi sudah cukup bulan.

Pada kasus plasenta akreta , maka dilakukan operasi caesar sekaligus pengangkatan rahim (caesar histerektomi). Histerektomi atau operasi pengangkatan rahim dilakukan pada pasien plasenta akreta dengan perdarahan pasca persalinan yang tidak dapat teratasi dengan kuret.(*)

 

 

Tags: , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: