Apakah Chloasma Berbahaya Bagi Ibu Hamil dan Menyusui?

Menghilangkan bercak hitam di kulit akibat chloasma pada ibu yang sedang hamil dan menyusui butuh berbulan-bulan untuk peningkatan perawatannya. Namun chloasma tidak berbahaya bagi kulit. Jika menganggu, ikuti ulasan berikut!
, Majalah Kartini | 23/04/2019 - 12:00

Sumber foto: Istimewa

MajalahKartini.co.id – Seorang ibu yang sedang hamil maupun dalam fase menyusui, kerap kali mengalami pigmentasi pada kulit muka dan sekitarnya. Bercak kehitam-hitaman yang muncul selama kehamilan itu biasanya memudar dalam beberapa bulan setelah melahirkan.

Perubahan pada kulit tersebut dinamakan chloasma. Jika hormon kembali normal maka bercak tersebut akan berangsur memudar dengan sendirinya saat tubuh berhenti memproduksi melanin berlebih.

Tidak usah khawatir, chloasma tidak berbahaya, tapi jika kondisi kulit karena chloasma mengganggu Anda, tips berikut ini membantu untuk mencegah dan meminimalkan chloasma.

Hindari sengatan matahari terlalu lama

Chloasma dapat tetap muncul selama kulit terus-menerus terpapar sengatan matahari tanpa perlindungan. Untuk pencegahannya, pakailah tabir surya spektrum luas dan tabir surya yang mengandung formula yang terlindung dari sinar UVA dan UVB. Oleskan pelindung matahari ini ke wajah setiap hari sebagai bagian dari rutinitas pagi. Oleskan kembali setiap dua jam jika berada di luar setiap hari, baik saat cuaca cerah ataupun tidak.

Selain itu guna melindungi kulit muka yang tersengat langsung sinar matahari, gunakanlah topi berjenis brim hat dan kemeja lengan panjang pada saat berada di luar rumah. Dan batasi waktu yang Anda habiskan di bawah sinar matahari, terutama pada pukul 10 pagi dan 2 siang.

Lalu, hindari salon tanning karena akan memperparah kondisi kulit yang terkena chloasma. Untuk menghindari parahnya kulit dari faktor penyebab kosmetik, gunakanlah produk kecantikan dan pembersih ringan yang tidak mengiritasi kulit.

Ganti alat kontrasepsi yang mengandung estrogen

Terdapat hal yang dapat memperburuk kulit yang terkena chloasma, salah satunya dapat disebabkan dan diperburuk oleh kontrasepsi yang mengandung estrogen. Untuk itu, hindari pemakaian kontrasepsi yang mengandung estrogen seperti pil KB, cincin dan patch.

Sebagai pengganti, Anda bisa gunakan kontrasepsi mini pil progestin, IUD, implan KB, suntikan progesteron (Depo Provera), atau metode non-hormonal seperti diafragma.

Konsultasi dengan dokter

Jika kondisi kulit tidak berangsur membaik dalam setahun setelah melahirkan, sebaiknya pergi ke dokter dan konsultasikan keluhan agar ditangani perawatan kulit yang sesuai. Dokter mungkin akan merekomendasikan perawatan dengan menggunakan krim pemutih (seperti hidrokuinon), obat topikal yang mengandung tretinoin (seperti Retin-A), kulit kimia (seperti asam glikolat), atau kombinasi perawatan topikal. Dalam kasus yang jarang terjadi, dokter kulit dapat menggunakan laser untuk mencoba meringankan area yang terkena chloasma.

Dengan begitu ingatlah bahwa ibu yang hamil dan menyusui hendak membaca dan menggunakan obat yang aman sebelum membelinya di warung eceran. Untuk fase penyembuhan, bersabarlah, apa pun langkah yang diambil, ingatlah bahwa perawatan kulit tidaklah instan. Butuh waktu untuk melihat peningkatan dari perawatan yang dijalani.

Baca juga: Cara Atasi Kulit Terbakar Akibat Sinar Matahari

Tags: , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: