Seberapa Penting Traveling Bagi Keluarga?

Tak hanya mempererat kualitas hubungan, traveling juga dapat menjadi arsip kenangan dalam memori seluruh anggota keluarga.
, Majalah Kartini | 16/04/2019 - 14:00

Foto: Tamasya

MajalahKartini.co.id – Dalam kesibukan meniti karir, orang tua cenderung sedikit meluangkan waktu bermain, berpergian dan melakukan kegiatan bersama keluarga. Jika merasa jenuh akan pekerjaan, luangkanlah waktu untuk traveling atau berpergian bersama anak dan keluarga. Karena selain mempererat kualitas hubungan, juga dapat menjadi arsip kenangan dalam memori kita dan si buah hati.

Dikutip dari theasianparents, dikatakan oleh Nadya Pramesrani, M.Psi, psikolog keluarga dan pernikahan, ia menjelaskan idealnya sebuah keluarga membutuhkan waktu berlibur minimal 2-3 kali dalam setahun.

Ia menambahkan, kesibukan dan mobilitas kerja bisa berdampak pada kualitas hidup mereka. Traveling bisa dijadikan cara untuk meningkatkan kualitas hubungan dalam keluarga. Traveling umumnya dilakukan oleh orangtua ketika anak berusia 3 hingga 5 tahun. Lalu, saat usia anak 6 hingga 12 tahun adalah waktu puncak orangtua mengajak anak traveling.

Sebab, jika anak sudah melalui tahap umur 12 tahun ke atas, dengan lingkungannya bergaul, secara tak sadar anak akan lebih memilih berlibur dan melakukan kegiatan bersama teman-temannya. Untuk itu luangkan waktu dengan keluarga dan anak sedini mungkin. Terlebih dengan traveling.

Traveling untuk Tabungan Memori Keluarga

Traveling yang dilakukan bersama keluarga dapat meningkatkan nilai harmonisasi dan pengertian satu sama lain. Sebuah kilasan peristiwa akan selalu memunculkan ingatan indah dari masa silam. Hal itu dapat memberikan memori kenangan seumur hidup.

Selain itu dengan traveling, secara tidak sadar membuat proses kerja otak yang lelah kembali membaik dan membantu meningkatkan kualitas hubungan suami istri. Sehingga jika suatu keluarga sering melakukan traveling, angka resiko perceraian akan semakin kecil.

Traveling bersama keluarga juga dapat meningkatkan tingkat kebahagiaan individu dan keluarga. Hal ini berdampak langsung kepada perbaikan kualitas hidup secara keseluruhan.

Traveling Sebagai Pembelajaran Stimulus Anak

Foto: Istimewa

Anak juga dapat belajar banyak hal dalam perjalanan selama traveling. Peran orangtua lah untuk mengoptimalkan proses belajar anak melalui traveling tersebut. Orang tua bisa memilih kegiatan yang melibatkan interaksi bermain dan eksplorasi lingkungan bagi semua anggota keluarga. Terlebih jika orang tua mengajak anak untuk bermain di alam terbuka. Ini akan semakin menstimulus anak untuk bertanya tentang apa yang dilihatnya. Hal itu dapat mendukung stimulasi perkembangan otak anak.

Menyehatkan Fisik dan Mental Anak

Foto: Istimewa

Pilihan kegiatan yang berada di luar ruangan dan berada di alam dapat meningkatkan kemampuan konsentrasi anak. Selain itu, bisa juga mendukung kemampuan fisik dan meningkatkan daya tahan tubuh.

Untuk menumbuhkan sikap dan mental anak, maka ajak dan libatkanlah seluruh anggota keluarga dalam menyusun persiapan, perjalanan, dan tempat yang dituju untuk traveling atau liburan. Perhatikan pola makan dan kebutuhan istirahat anggota keluarga.

Baca juga: Traveling Menyenangkan ala Mike Lewis Bersama Anak

 

Tags: , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: