Pekan ASI Sedunia 2017: Mari Dukung Keberhasilan Ibu Menyusui

Pekan ASI Sedunia dirayakan tiap tahun bertujuan mengingatkan masyarakat di seluruh dunia mengenai pentingnya ASI bagi tumbuh kembang buah hati.
, Majalah Kartini | 01/08/2017 - 10:04

Pekan-ASI-Sedunia-2017-Mari-Dukung-Keberhasilan-Ibu-Menyusui

MajalahKartini.co.id – Dalam rangka memperingati World Breastfeeding Week atau Pekan ASI Sedunia yang jatuh pada tanggal 1-6 Agustus 2017, Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) merayakannya dengan dengan tema besar “Sustaining Breastfeeding Together” dengan semangat menekankan dukungan dari berbagai pihak agar mencapai kesuksesan menyusui, khususnya di Indonesia.

Pekan ASI Sedunia selalu memberikan dukungan bagi para ibu, sebagai sosok pahlawan untuk anak, keluarga dan masyarakat, dan memberikan yang terbaik bagi anaknya untuk terus mengoptimalkan tumbuh kembang anak, salah satunya berupa pemberian Air Susu Ibu.  Untuk mengingatkan masyarakat betapa pentingnya air susu ibu (ASI) bagi tumbuh kembang bayi, setiap 1-6 Agustus warga dunia memperingati Hari ASI Sedunia dan dilaksanakan selama satu pekan. Ada 170 negara lebih yang telah menyelenggarakan pekan ASI sedunia dengan berbagai kegiatan, termasuk di Indonesia.

Pekan-ASI-Sedunia-2017-Mari-Dukung-Keberhasilan-Ibu-Menyusui1

“Kualitas hidup perempuan meningkat karena menyusui” (dr. Utami Roesli, SpA, IBCLC, FABM (Dokter Spesialis Anak dan Aktivis Pejuang ASI)

ASI mengandung gizi tinggi yang sangat bermanfaat untuk kesehatan bayi, bahkan Badan Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan bayi untuk mendapatkan ASI ekskiusif selama enam bulan. Namun ternyata, capaian ASI eksklusif di Indonesia belum mencapai angka yang diharapkan.

Data Badan Kesehatan Dunia (WHO ) tahun 2016 masih menunjukkan rata-rata angka pemberian ASI eksklusif di dunia baru berkisar 38 persen. Di Indonesia meskipun sejumlah besar perempuan (96%) menyusui anak mereka dalam kehidupan mereka, hanya 42% dari bayi yang berusia di bawah 6 bulan yang mendapatkan ASI eksklusif. Pada saat anak-anak mendekati ulang tahunnya yang ke dua, hanya 55% yang masih diberi ASI.

Jika dibandingkan dengan target WHO yang mencapai 50%, maka angka tersebut masihlah jauh dari target. Berdasarkan data yang dikumpulkan International Baby Food Action Network (IBFAN) 2014, Indonesia menduduki peringkat ke tiga terbawah dari 51 negara di dunia yang mengikuti penilaian status kebijakan dan program pemberian makan bayi dan anak (Infant-Young Child Feeding).

Hal Ini menunjukkan, pemberian ASI sebagai makanan pertama bayi masih kurang. Padahal, penurunan gizi anak hingga menyebabkan anak bergizi kurang hingga buruk dan tumbuh pendek (stunting) dapat dicegah sedini mungkin dengan pemberian ASI eksklusif dan MPASI yang benar.

“Menyusui adalah salah satu lambang cinta yang paling murni antara ibu dan bayinya. Teruslah menyusui dengan ‘keras kepala’- Christie Nathalia (Ibu dua anak dan Wakil Ketua AIMI Yogyakarta 2017-2022)

Pekan-ASI-Sedunia-2017-Mari-Dukung-Keberhasilan-Ibu-Menyusui2

Pekan ASI sedunia merupakan momen peringatan untuk membangun semangat para ibu untuk memberikan ASI eksklusif. ASI memiliki peran penting dalam mendukung upaya perlindungan, promosi, dan dukungan menyusui bagi ibu dan si buah hati.

Oleh sebab itu, sejak bayi lahir hingga menginjak usia 6 bulan, para ibu harus memberikan ASI ekslusif. Diharapkan pemenuhan hak ASI dalam golden period bayi setidaknya selama enam bulan dapat tercapai, walaupun banyak ibu menyusui yang bekerja atau memiliki aktivitas yang padat, tidak ada alasan bagi ibu untuk meninggalkan bayinya.

Semangat itu selaras dengan yang dikatakan oleh Dr. Ayi Dilla Septarini, Sp.A – Dokter Spesialis Anak & Konselor Laktasi RS Awal Bros Bekasi bahwa ASI adalah makanan terbaik yang dapat diberikan oleh ibu kepada bayinya karena ASI mengandung zat gizi yang sudah lengkap dan diperlukan oleh bayi sesuai dengan fase kehidupannya. Pun dengan imbauan yang diberikan oleh Agung Sugihantono, Direktur Jendral Kesehatan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI, bahwa melalui pemberian ASI (Air Susu Ibu) akan mempererat ikatan antara ibu dan anak yang menjadi kunci untuk peningkatan kualitas manusia Indonesia. (Foto AIMI/Grafis: Majalah Kartini)

Tags: , , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: