Inilah 7 Keberhasilan Ibu Menyusui dari WHO

Badan kesehatan dunia telah mengeluarkan rekomendasi bagi para ibu untuk menuju keberhasilan menyusui.
, Majalah Kartini | 03/08/2017 - 13:08

Inilah 7 Keberhasilan Ibu Menyusui dari WHO

MajalahKartini.co.id – Laktasi adalah keseluruhan proses menyusui dimulai sejak ASI di produksi sampai dengan bayi menghisap dan menelan ASI. Jadi proses menyusui itu dimulai sejak ibu hamil tidak dimulai saat bayi lahir dan menyusui.

Dokter Spesialis Anak & Konselor Laktasi RS Awal Bros Bekasi, Dr. Ayi Dilla Septarini, Sp.AB menjelaskan bahwa ibu hamil dan keluarga yang akan mempunyai bayi untuk mencapai keberhasilan menyusui sebaiknya memiliki motivasi dan mencari informasi sejak ibu hamil, karena produksi ASI itu sudah dimulai sejak ibu hamil bukan saat setelah bayi lahir.

WHO telah mengeluarkan rekomendasi bagi para ibu menuju keberhasilan menyusui yaitu berupa 7 kontak plus sejak ibu hamil, yaitu:

1. Saat ibu hamil 28 minggu (kontak pertama).
2. Saat ibu hamil 36 minggu (kontak kedua). Jadi saat ibu hamil minimal harus 2 kali kontak.
3. Saat ibu melahirkan (kontak ketiga). Itu pada saat bayi melakukan inisiasi menyusui dini. Jadi sangat penting bagi para ibu untuk memilih fasilitas rumah sakit yang mendukung pemberian ASI eksklusif.
4. Pada saat ibu masih dirawat di rumah sakit (kontak keempat).
5. Saat nifas hari ke 7 (kontak kelima).
6. Saat nifas hari ke-14 (kontak keenam).
7. Saat nifas hari ke 39 (kontak ketujuh).

Dalam hal ini ibu, suami maupun keluarga memang sebaiknya sudah memiliki motivasi dan mencari informasi sejak hamil, oleh karena itu jika sudah memiliki informasi yang cukup saat bayi lahir ibu dan juga keluarga memiliki angka keberhasilan menyusui yang lebih tinggi. Menyusui itu penting baik bagi bayi maupun bagi ibu.

Dalam proses menyusui, salah satu tantangannya adalah kondisi mastitis atau nyeri pada payudara yang awalnya ditandai dengan payudara bengkak. Diagnosis mastitis ditegakkan berdasarkan kumpulan gejala sebagai berikut:

1. Payudara bengkak
2. Rasa nyeri
3. Kemerahan pada payudara

Masalah tersebut umumnya disebabkan oleh hal-hal seperti posisi atau pelekatan menyusui yang kurang baik pada bayi bisa juga diakibatkan oleh kelainan bentuk anatomi pada bayi seperti tongue tie atau lip tie. Semua itu dapat dievaluasi di klinik laktasi.

Klinik laktasi di RS Awal Bros Bekasi juga menyediakan fasilitas seperti breast care atau pijat payudara pada masalah-masalah mastitis dan juga pijat laktasi pada ibu-ibu yang produksi ASInya tidakbanyak, itu dapat meningkatkan produksi ASI dengan baik. Jadi fasilitas breast care dan juga pijat ASI tersedia setiap hari di klinik laktasi RS Awal Bros Bekasi.

Inilah 7 Keberhasilan Ibu Menyusui dari WHO1

Bagaimana Memantau ASI Anda Cukup?
Ibu harus memantau frekuensi buang air kecil pada bayi normalnya mulai kita pantau di usia 5 hari dengan cara tidak memakai popok tapi lebih baik diberikan popok atau celana dalam 24 jam minimal bayi harus buang air kecil sebanyak 6 kali. Dalam 24 jam ini bayi pipis sebanyak 6 kali berarti ASI ibu cukup. Tetapi jika kurang dari 6 kali artinya memang ASI ibu tidak cukup untuk bayi.

Begitu pula secara obyektif Anda bisa lihat dari berat badan bayi. Bayi normal dan sehat semua akan mengalami penurunan berat badan sampai dengan 10% dari berat lahir. Itu umumnya terjadi pada usia 7 hari pertama.

Kemudian bayi akan kembali berat badannya ke berat lahir dalam waktu 7-14 hari. Jadi dalam usia 2 minggu bayi sudah harus kembali ke berat lahir. Dan dilihatdarikenaikanberatbadan, dalamsatubulan minimal bayiharusnaik 500 gram. Jika berat badan itu tercapai pada bayi dengan frekuensi buang air kecil minimal 6 kali sehari maka ASI ibu cukup. (Foto: Thinkstock & Doc. Pribadi)

Tags: , , , , , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: