5 Tips Atasi Tantrum Pada Anak

“Anak-anak dapat merasakan, tapi mereka tidak bisa menganalisis perasaan mereka; Dan jika analisis tersebut sebagian dilakukan di dalam pikiran, mereka tidak tahu bagaimana mengungkapkan hasil prosesnya dalam kata-kata.” Charlotte Bronte
, Majalah Kartini | 16/04/2019 - 12:00

Foto: Activekids

MajalahKartini.co.id – Orang tua yang mengetahui anaknya sedang mengalami tantrum mungkin akan mengatasinya dengan tenang. Tapi jika orang tua yang menganggap itu sebagai gangguan, terlebih jika berada di keramaian, mungkin akan merasa kesal hingga dapat menimbulkan kekerasan pada anak.

Tantrum adalah situasi emosi yang meledak-ledak. Umumnya mereka belum bisa mengangani tingkat emosinya yang sedang tinggi. Biasanya tantrum ditandai dengan sikap keras kepala, menangis, menjerit, berteriak  dan membangkang. Tantrum umum terjadi saat anak ingin kemauannya dipenuhi. Walaupun terkadang mereka masih merengek jika keinginannya sudah dituruti.

Sikap apa yang harus orang tua lakukan jika anak sedang mengalami tantrum?

  1. Hadapi dengan Sabar dan Tenang

Hindari untuk memarahi mereka jika merasa kesal. Alangkah baiknya menghela nafas dan pergi menjauh sesaat untuk menenangkan diri dan berpikir jernih.

  1. Beri Anak Ruang untuk Meluapkan Emosinya

Jika anak sedang mengalami tantrum, berilah dia ruang kesempatan untuk meluapkan emosinya. Namun usahakan tetap dalam pengawasan. Tujuannya agar tidak terjadi kejadian yang ekstrim, seperti memukul-mukul diri sendiri.

  1. Belajar Memahami Anak

Kenali terlebih dahulu kemauan dan kebutuhan anak atau balita bila hendak bepergian. Tantrum bisa terjadi sebab anak merasa letih dan capek, atau lapar. Untuk itu, siapkan hal yang harus dilakukan pada anak sebelum bepergian.

Baca juga: Inilah Pemicu Tantrum pada Anak

  1. Tunjukkan empati

Hindari melakukan kekerasan fisik pada anak atau balita. Jangan mengekangnya bila sedang mengalami tantrum, apalagi mencubit atau memukul. Untuk membiasakan diri dengan itu, maka kesabaran orang tua perlu dilatih.

Tenangkan diri dan mulailah menunjukkan sikap empati pada anak atau balita, seperti memberikan pelukan lembut sambil membisikkan kata-kata yang menenangkan. Bentuk suasana positif dengan mengatakan hal yang solutif. Contoh: “Adik marah ya, mainannya diambil teman? Nanti kita bujuk dia untuk mengembalikannya, ya…” Dengan cara itu, anak akan merasa tenang dan membentuk kepribadian peduli secara tidak langsung.

  1. Memastikan Anak Merasa Aman

Untuk memastikan anak merasa aman, maka jauhkanlah anak dari barang-barang yang berbahaya. Jauhkan si Kecil dari benda-benda yang membahayakan, terutama bila dia sedang mengalami tantrum dengan berguling-guling di lantai atau memukul-mukul.

Menjadi orangtua terkadang bisa menjadi proses penyembuhan pada emosi kita sendiri. Ini adalah kesempatan untuk mendengarkan diri sendiri dan memberi dukungan pada anak. Sehingga jalinan antara orang tua dan anak akan semakin langgeng dan harmonis. Jadilah orang tua yang bijak yang mengerti anaknya.

Tags: , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: