Martha Christina Tiahahu, Sosok Pahlawan Perempuan Pemberani dari Maluku

Masyarakat Indonesia mayoritas mengetahui pahlawan perempuan yaitu RA Kartini dan Cut Nyak Dien, apakah Anda mengenal sosok Martha Christina Tiahahu?
, Majalah Kartini | 10/11/2016 - 19:00

MajalahKartini.co.id – Setiap tanggal 10 November di Indonesia sering diperingati sebagai hari pahlawan. Dan pada tahun ini hari pahlawan akan jatuh bertepatan pada hari Kamis (10/11).

Sedikit mengingat sejarah terjadinya hari pahlawan, singkatnya Hari Pahlawan 10 November 1945 merupakan peringatan tahunan untuk memperingati pertempuran di Surabaya, dimana pasukan-pasukan pro kemerdekaan Indonesia bersama para milisi bertempur melawan pasukan Inggris dan Belanda sebagai bagian dari Revolusi Nasional Indonesia.

Hal yang melatarbelakangi kejadian 10 November tersebut adalah karena peristiwa yang terjadi di hotel Yamato Surabaya. Mr Ploegman yang merupakan pimpinan masyarakat Belanda secara sengaja telah mengibarkan bendera Belanda di pucuk gedung hotel Yamato pada tanggal 19 September 1945.

Hal itu yang akhirnya menyebabkan tentara milisi Indonesia murka, mereka menghabisi pasukan gabungan kecil milik Belanda dan Jepang demi merobek bagian biru dari bendera Belanda.

Dengan adanya peristiwa tersebut Pemerintah Indonesia secara resmi menetapkan tanggal 10 November akan diperingati sebagai Hari Pahlawan Nasional, hal ini sebagai bentuk penghormatan serta mengingat betapa berharganya jasa-jasa pahlawan Indonesia yang berjuang dan berguguran demi kemerdekaan dari tangan penjajah.

Di samping itu dengan cara memeringati Hari Pahlawan Nasional ini, maka anak cucu bangsa Indonesia lebih banyak akan mengenal pahlawan yang telah berjuang mati-matian, namun sangat disayangkan tidak semua orang mengenal baik pahlawan yang telah berjuang seperti pahlawan perempuan.

Masyarakat Indonesia mayoritas mengetahui pahlawan wanita yaitu RA Kartini dan Cut Nyak Dien, padahal pahlawan perempuan banyak sekali yang harus diketahui. Seperti sosok Martha Christina Tiahahu adalah wanita hebat yang lahir di Nusa Laut, Maluku, 4 Januari 1800, dan beliau meninggal di Laut Banda, Maluku, 2 Januari 1818 pada umur 17 tahun.

Dia adalah seorang gadis dari Desa Abubu di Pulau Nusalaut. Lahir sekitar tahun 1800 dan pada waktu mengangkat senjata melawan penjajah Belanda saat itu beliau masih baru berumur 17 tahun. Ayahnya adalah Kapitan Paulus Tiahahu, seorang kapitan dari negeri Abubu yang juga pembantu Thomas Matulessy dalam perang Pattimura tahun 1817 melawan Belanda.

Martha Christina Tiahahu juga tercatat sebagai seorang pejuang kemerdekaan yang cukup unik yaitu seorang puteri remaja yang langsung terjun dalam medan pertempuran melawan tentara kolonial Belanda dalam perang Pattimura tahun 1817. Di kalangan para pejuang dan masyarakat sampai di kalangan musuh, Martha Christina Tiahahu sangat dikenal sebagai gadis pemberani dan konsekwen terhadap cita-cita perjuangannya.

Sejak awal perjuangan, ia selalu ikut mengambil bagian dan pantang mundur mendampingi ayahnya dalam setiap pertempuran baik di Pulau Nusalaut maupun di Pulau Saparua. Siang dan malam ia selalu hadir dan ikut dalam pembuatan kubu-kubu pertahanan.

Ia tidak saja mengangkat senjata, tetapi juga memberi semangat kepada kaum wanita di negeri-negeri agar ikut membantu kaum pria di setiap medan pertempuran sehingga Belanda kewalahan menghadapi kaum wanita yang ikut berjuang.

Di dalam pertempuran yang sengit di Desa Ouw UllathTenggara Pulau Saparua yang nampak betapa hebat srikandi ini menggempur musuh bersama para pejuang rakyat. Sayang karena tidak seimbang dalam persenjataan, tipu daya musuh dan pengkhianatan, para tokoh pejuang dapat ditangkap dan menjalani hukuman. Ada yang harus mati digantung dan ada yang dibuang ke Pulau Jawa. Kapitan Paulus Tiahahu divonis hukum mati tembak.

Martha Christina berjuang untuk melepaskan ayahnya dari hukuman mati, namun ia tidak berdaya dan meneruskan bergerilyanya di hutan, tetapi akhirnya tertangkap dan diasingkan ke Pulau Jawa.

Di Kapal Perang Eversten, Martha Christina Tiahahu menemui ajalnya daengan penghormatan militer jasadnya diluncurkan di Laut Banda menjelang tanggal 2 Januari 1818. Menghargai jasa dan pengorbanan, Martha Christina dikukuhkan sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional oleh Pemerintah Republik Indonesia. (Foto: Googleplus)

Tags: , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: