Pentingnya Memilih Tepung Terigu Berkualitas

Bungasari flour mills pasarkan tepung terigu sesuai kebutuhan konsumen.
, Majalah Kartini | 26/11/2017 - 10:10


MajalahKartini.co.id – Tepung terigu menjadi bahan utama mayoritas makanan tak terkecuali di Indonesia. Mulai dari rumah tangga, industri makanan rumahan atau UKM hingga industri makanan berkapasitas besar menggunakan bahan dasar terigu. Terlebih lagi di Indonesia pertumbuhan UKM sangat pesat. Kebutuhan akan bahan dasar berbagai variasi makanan ini mulai dari gorengan, kue kering, bolu, hingga roti dan mie menjadi peluang bagi industri tepung di Indonesia, salah satunya Bungasari Flour Mills.

Budianto Wijaya, Dales & Marketing Director Bungasari Flour Mills mengatakan bahwa umumnya ibu rumah tangga hanya mengenal istilah terigu, tapi tidak banyak yang tahu jika tepung memiliki jenis yang berbeda-beda sesuai jenis makanan yang akan diolah. “Hanya para profesional yang mengerti mengenai jenisbtepung dan kegunaanya, misalnya tepung terigu protein renda untuk gorengan, protein sedang untuk cake dan kue kering dan protein tinggi untuk mie dan roti,” jelasnya saat ditemui di pameran SIAL InterFOOD 2017 yang digelar di Hall D2 JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Sabtu (25/11).

Terigu kualitas Jepang ini menghadirkan tiga macam terigu berdasarkan kandungan proteinnya yakni. Pertama, tepung terigu protein rendah terdiri dari empat merk yaitu Hana Emas, Jawara, Hana Biru, Niji dengan kandungan protein 8 – 10 persen. Kedua, tepung terigu protein sedang diantaranya ada Bola Salju, Gelang Berlian, Bola Merah, dan Jawara dengan protein 10 – 12 persen. Dan jenis tepung terigu tinggi protein seperti Golden Eagle, Hikari Biru, Golden Crown, dan Kabuki.

“Kita ada kemasan 1 kilogram untuk ecer protein sedang ada Hana Emas, protein sedang ada Bola Salju dan Jawara dan protein tinggi ada Golden Eagle,” katanya lagi. Sedangkan kemasan lainnya 25 kilogram untuk industri makanan profesional. Sedangkan untuk produk super premium ada Niji, Kabuki Goldb dan Kabuki warna kemasan biru.

Sebagai pemain baru dalam industri bahan makanan, Bungasari sendiri mengaku persaingan cukup ketat, mengingat sudah banyak brand yang sangat dikenal masyarakat. Lantas tidak membuat perusahaan hasil kolaborasi FKS Group asal Indonesia, Malayan Flour Mills Berhad asal Malaysia dan Toyota Tsusho Corporation asal Jepang ini pesimis. Pihaknya terus memperkuat marketing untuk memperkenalkan merk unggul ini kepada masyarakat.

“Target kita ikut acara ini, lebih banyak kegiatan marketing untuk memperkenalkan merk dengan costumer. Apalagi Sial InterFOoD 2017 sebagai ajang bertemu Costumer dan distributor untuk menjalun hubungan baik,” terangnya.

Di pabrik penggilingan tepung yang terletak di Cilegon, biji gandum diproses dengan teknologi produksi yang mutakhir serta pemilihan gandum terbaik sehingga menghasilkan kualitas yang selalu konsisten. “Kelebihannya kue atau roti yang dibuat dengan tepung terigu kami hasilnya lebih maksimal, volumenya lebih besar, daya serap air lebih tinggi sehingga tekstur yang dihasilkan bagus,” lanjutnya lagi.

Salah satu cara untuk menarik perhatian konsumen, pibaknya melakukan Baking Demo Bungasari, “Flash Mob”, “Food Sampling”, hingga “Celebrity Baking Demo”. Program ini selalu diminati para pengunjung dari pameran makanan dan minuman terbesar Indonesia ini. Para chef nusantara maupun mancanegara, komunitas, institusi pendidikan, UKM, serta sejumlah selebritas Tanah Air, hadir di booth Bungasari Matsuri untuk berbagi ilmu serta mengedukasi para pengunjung.

“Rangkaian program hasil karya kami terbukti tak pernah sepi pengunjung. Beragam inovasi dalam membuat cake, cookies, aneka kue kering, martabak, atau mie, diperagakan secara langsung di Dapur Inovasi Bungasari yang dihadirkan di dalam booth,” kata President Director PT Bungasari Flour Mills, Grant Lutz.

Kehebohan di hari terakhir di booth ini dimulai saat Mike Lewis, aktor, model, dan juga pemilik sejumlah restoran di Jakarta, hadir di sesi “Celebrity Baking Demo”. Di hadapan para pengunjung, pria bergelar “The Sexiest Cosmo Man” ini, menjajal kemampuan dalam mengolah makanan dengan bahan dasar tepung terigu.

“Sudah cukup lama saya terlibat di bisnis kuliner di Indonesia, dan itu merupakan wujud dari minat dan passion saya di bidang kuliner. Sudah cukup sering saya berinteraksi dengan orang-orang di industri ini. Tapi baru pertama kali saya mencoba masuk ke dapur, membuat makanan, dan ditonton banyak orang!” ujar Mike, seraya tertawa.

“Untungnya ada chef Pujo dan chef Alif, yang saat demo bersama saya membuat Tiger Pandan Roll dengan menggunakan tering protein rendah Hana Emas,” tambah ayah satu anak ini.

Keseruan berlanjut dengan seremonial penghargaan bagi para pemenang “La Cuisine Bola Salju Baking Competition 2017”. Melalui kompetisi tersebut, perusahaan ini selaku salah satu official product partner kompetisi gelaran Association of Culinary Professionals (ACP) dan SIAL InterFOOD hadir di dua baking class competition, yakni Modern Indonesian Dessert Plated dan Christmas Cookies Display & Tasting. Dua kelas kompetisi tersebut diuji oleh tim dewan juri bersertifikasi internasional. Dengan standar penilaian internasional, kompetisi ini bertujuan untuk membangun semangat #BeraniInovasi bagi khalayak, baik yang berada di industri pangan maupun para pegiat olahan pangan.

Para pemenang kompetisi diumumkan secara langsung oleh Stefu Santoso, selaku President ACP. Untuk kelas Modern Indonesia Dessert Plated (individual), Alaika Salamah dari Trisakti Pastry Club berhasil meraup 83.80 poin yang menempatkannya di posisi teratas (Silver Medal Award). Sementara Hera Rulita dari NCC Berbagi berhasil mencetak prestasi di kelas Christmas

Cookies Display & Tasting dengan skor tertinggi 90.00 poin (Gold Medal Award). Sebanyak lima orang peserta dengan skor tertinggi hasil kompetisi ini juga mendapatkan pasokan produk Bola Salju selama satu tahun penuh.

Pada kesempatan tersebut Lutz menyatakan, pihaknya merasa terhormat mendapatkan kepercayaan dari ACP sebagai official product partner dari “La Cuisine Cooking Competition 2017” yang digelar di selama empat hari perhelatan pameran. “ACP, wadah para chef profesional Indonesia yang diakui oleh World Association of Chefs’ Societies, memercayakan kami dari puluhan perusahan terigu yang ada di Indonesia. Hal ini menjadi dasar pengakuan ACP terhadap kualitas produk-produk yang dihasilkan,” Lutz, menjelaskan.

“Dengan standar penilaian internasional, kompetisi ini bertujuan untuk membangun semangat #BeraniInovasi bagi khalayak, baik yang berada di industri pangan maupun para pegiat kuliner olahan pangan,” demikian Lutz.(Foto : Dok. Bungasari)

Tags: , , , , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: