Mengenal Berbagai Minuman Khazanah Indonesia

Tak ada salahnya menyempatkan sedikit waktu untuk menjelajahi kuliner otentik ketika Anda melakukan perjalanan ke beberapa daerah. Kekayaan kuliner khas Nusantara ini patut kita perkenalkan kepada generasi milenial, selain rasanya unik dan nikmat juga bermanfaat bagi kesehatan.
, Majalah Kartini | 18/03/2019 - 16:00

minuman khazanah indonesia

MajalahKartini.co.id – Indonesia memang cukup terkenal akan keindahan alamnya, terbukti dengan banyaknya wisatawan asing memilih Indonesia sebagai salah satu destinasinya. Selain itu, Indonesia juga memiliki kekayaan akan kuliner lezat yang memanjakan lidah. Kekayaan kuliner dapat dinikmati di berbagai daerah, baik itu makanan, minuman sampai camilan.

Tapi bagaimana jika sekarang kita mengenal kembali berbagai macam minuman tradisional yang tersebar di Nusantara? Barangkali jika Anda sedang berada di luar kota, ada baiknya Anda menyempatkan untuk mencicipi minuman khas daerah tersebut. Selain mengenalkan khazanah kuliner Nusantara kepada generasi milenial, mencicipi minuman khas daerah nyatanya memiliki manfaat tersendiri bagai kesehatan. Yuk, simak beberapa minuman khas daerah berikut ini:

LAHANG

lahang

Bagi sebagian masyarakat Jawa Barat mungkin sudah tak asing lagi dengan minuman yang satu ini, lahang. Minuman ini berasal dari nira atau air sadapan sari aren. Lahang memiliki rasa manis dan segar dan sangat cocok diminum saat mentari tepat di atas kepala kita. Konon, lahang memiliki kualitas sebagai minuman isotonik tradisional. Selain menggantikan cairan tubuh yang hilang akibat kelelahan, kandungan gula dan kalorinya dapat menjadi penambah tenaga untuk mengembalikan kesegaran tubuh. Lahang tentunya tidak mengandung bahan kimia dan pengawet.

Zaman dahulu, lahang dijual para pedagang dengan berjalan kaki keliling kampung. Lahang dijajakan dengan cara dipikul, diletakkan ke dalam sebuah bambu berukuran besar yang disebut lodong, kemudian disajikan dengan gelas yang terbuat dari bambu juga.

Barangkali generasi milenial akan merasa asing dengan minuman ini. Tapi, jika Anda berada di daerah Jawa Barat, khususnya di Bandung dan sekitarnya, penjual lahang masih dapat ditemukan, walaupun tidak sebanyak dulu. Biasanya mereka berjualan di beberapa titik keramaian kota.

BIR PLETOK

Nah, kalau minuman tradisional yang satu ini sudah sangat terkenal di kalangan etnis Betawi. Namanya bir pletok! Walaupun menggunakan kata bir, minuman ini tidak mengandung alkohol. Bir Pletok adalah minuman yang dibuat dari campuran rempah seperti jahe, daun pandan wangi dan serai. Jika diseduh dengan air panas, minuman ini akan berwarna merah karena menggunakan kayu secang.

Biasanya minuman tradisional ini wajib hadir di pesta-pesta rakyat betawi. Bir pletok memiliki rasa manis, segar dan hangat. Selain itu, bir petok juga dikenal berkhasiat bagi kesehatan, seperti menghangatkan tubuh, meredakan nyeri lambung, mengatasi masuk angin, mengurangi rasa mual, batuk dan gejala flu.

Baca Juga: Menikmati Malam Tahun Baru Bersama Bir Pletok

TEH TALUA

Dari masyarakat Betawi, sekarang kita beralih daerah Sumatra Barat untuk menyeruput salah satu minuman khas masyarakat Minangkabau. Minuman tersebut bernama teh talua. Jika Anda hanya meminum teh dengan gula, dan jadilah secangkir teh manis, jangan kaget jika teh dari daerah Minang ini memiliki beberapa variasi untuk dinikmati. Teh talua ialah minuman yang dibuat dari dua bahan baku utama yakni teh dan telur ayam kampung atau telur bebek.

Teh talua atau teh telur ini merupakan menu wajib di warung tradisional maupun restoran Padang. Anda juga bisa membuatnya dengan mudah di rumah. Anda tinggal mengocok telur yang tadi disebutkan, lalu campurkan sedikit susu dan gula hingga berbusa. Lantas seduh dengan air teh panas. Tambahkan sedikit perasan jeruk nipis untuk menghilangkan bau amis telur. Mudah bukan?

ES TAMBRING

Apakah Anda tahu dengan minuman khas Bali yang satu ini, es tambring? Minuman khas Pulau Dewata ini cukup unik karena bahan yang digunakannya, selain memakai bahan baku kelapa muda dan asam jawa saja, minuman ini juga menambahkan bahan baku telur putih ayam kampung. Alhasil rasanya pun terasa gurih dan manis.

Selain itu, es tambring juga memiliki manfaat mengatasi panas dalam. Pasalnya, kandungan asam jawa di dalamnya memaksimalkan kinerja pada sistem pencernaan. Minuman ini cocok sekali untuk dinikmati ketika cuaca cukup panas.

WEDANG CEMUE

Dari pulau Dewata kita menyebarang ke Jawa Timur, Ngawi. Selain tempe, ledre dan tahu tempo, Ngawi juga memiliki minuman khas yakni wedang cemue. Minuman ini terbuat atas kolaborasi berbagai bahan seperti santan, gula tebu, kacang kelinci, roti tawa dan jahe. Perpaduan rasa yang di hasilkan wedang cemue adalah manis, gurih, hangat dan pedas. Uniknya, minuman ini menggunakan irisan bawang merang goreng dan daun pandang sebagai toping-nya. Wedang cemue yang sarat akan rempah sangat cocok dinikmati malam hari untuk menghangatkan badan tubuh disaat cuaca terasa sangat dingin.

LIMUN SARSAPARILA

Yogyakarta pun tak kalah dalam khazanah kulinernya, selain gudeg dan kopi joss, ada satu lagi minuman bernama limun sarsaparila. Limun sarsaparila terbuat dari kombinasi batang tanaman sarsaparila dan air berkarbonasi, konon minuman soda ini merupakan minuman soda pertama di Indonesia. Bahkan limun sarsaparila pernah menjadi minuman favorit bagi para raja-raja zaman dahulu, dan juga populer di tahun 1960-an.      

Cita rasa yang dihasilkan limun sarsaparila cukup unik, ada rasa manis, dingin mint dan aroma khas jamu. Tak hanya itu, kemasannya pun dibuat menarik. Minuman ini dikemas dalam botol yang unik, ada yang botolnya mirip dengan botol champagne lengkap dengan kawat penutupnya, juga botol berbentuk bulat pada bagian bawah seperti lampu bohlam.(*)

Tags: , , , , , , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: