Garap Film Bisu, Garin Nugroho Bosan dengan Film Bersuara

Saking bosannya dengan film bersuara, Garin mengaku sering tertidur di lokasi syuting karena jenuh dengan proses produksi film jenis tersebut.
, Majalah Kartini | 23/08/2016 - 09:30

Garin Nugroho

MajalahKartini.co.id – Dipilihnya format film bisu dalam film garapan terbaru Garin Nugroho, ‘Setan Jawa’, bukanlah tanpa alasan. Sutradara yang gemar melakukan eksperimentasi spektrum sinema ini mengaku cukup bosan dengan format film konvensional.

Selain itu, Garin juga mengatakan ingin melakukan eksperimen untuk memajukan film nasional, salah satunya adalah melalui film bisu dan berusaha mengenalkan jenis film kuno tersebut pada masyarakat. “Jujur saja saya sudah agak bosan dengan film suara. Dulu BCL (Bunga Citra Lestari) pernah marah ke saya karena ketiduran saat ‘shooting’. Itu karena saya saking bosannya dengan film suara,” ujar Garin di Jakarta, Senin (22/8).

Selain rasa bosan, proses produksi film bersuara yang lama juga menyebabkan ia merasakan jenuh. Garin mencontohkan, untuk film bisu bisa dikerjakan hanya dalam waktu satu minggu, sedangkan film suara bisa mencapai dua kali lipatnya atau lebih.

Garin menjelaskan film ‘Setan Jawa’ berusaha mengenalkan konsep baru dalam seni akting, selain menampilkan konsep film bisu dan hitam-putih, film yang digarap selama satu minggu di Solo dan Yogyakarta itu turut menampilkan konsep ‘Magic Realism’ atau fenomena mistik untuk menarik penonton.

“Fenomena mistis atau ‘Magic Realism’ masih digemari dan menarik hingga saat ini. Kemudian saya ambil Setan Jawa karena tidak banyak film yang menggunakan konsep pesugihan, khususnya Kandang Bubrah, bukan tuyul atau lainnya,” ujar Garin memaparkan. (ANT/Foto: ANT/Istimewa)

Tags: , , , , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: