Apa Hukuman Bagi Pelaku Body Shaming?

Body shaming adalah bentuk penghinaan fisik dan penampilan seseorang. Apakah ada hukum yang mengaturnya? Simak ulasannya.
, Majalah Kartini | 25/04/2019 - 10:00

Foto: Istimewa

MajalahKartini.co.id – Menghina dan mengejek  bentuk tubuh seseorang sering dilakukan setiap orang. Pasalnya baru akhir-akhir ini pemerin tah membuat undang-undang dan hukum yang menjerat pelaku penghinaan tersebut.

Body shaming adalah istilah untuk kata menghina dan mengejek secara negatif fisik atau tubuh atau penampilan seseorang. Bahkan dengan maraknya penggunaan sosial media, penghinaan tidak hanya dilakukan secara verbal.

Salah satu contoh kasus yakni penghinaan warganet kepada aktris Dian Nitami, yang membuat murka Anjasmara sebagai suami Dian. Anjasmara mengancam akan memidanakan warganet pemilik akun @corissa.puteri yang dianggap telah menghina bentuk fisik istrinya.

Dengan maraknya body shaming di media sosial, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pun mengunggah gambar berupa kampanye positif untuk melawan generasi milenial yang melakukan penghinaan berupa body shaming.

Di bagian lain tertulis bahwa pelaku penghinaan atau body shaming di media sosial dapat dijerat dengan Pasal 27 ayat 3 juncto Pasal 45 ayat 3 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik. Sebagaimana telah diubah oleh UU Nomor 19 Tahun 2016. Hal ini merupakan delik aduan.

Lantas bagaimana respon Polisi dalam menanggapi kasus body shaming ini?

Brigjen Pol Dedi Prasetyo selaku Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri berujar bahwa keterkaitan penghinaan akan merujuk pada sejumlah pasal yang telah dibuat. Apabila penghinaan dilakukan melalui media sosial, menurutnya, acuannya kepada UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). kemudian Pasal 310 dan 311 KUHP tentang pencemaran nama baik juga dapat dipakai.

“Ya kalau Polri acuannya UU ITE, UU 1 tahun 1946, Pasal 310 dan 311 KUHP,” tuturnya

Baca juga: UU ITE Banyak Jerat Laki-Laki

Namun tentu, perlu ada laporan bagi mereka yang merasa dihina secara fisik. “Kalau melapor saja boleh, tapi apakah unsurnya terpenuhi, nanti penyidik yang menganalisanya dan menetapkan tersangka kan harus melalui mekanisme sesuai SOP,” pungkas Dedi.

Melakukan body shaming memang dapat diancam pidana. Meski begitu, karena body shaming merupakan delik aduan, setiap individu yang merasa bentuk fisiknya dihina maka tindakan selanjutnya yaitu harus melaporkannya ke Polisi. Karena, Polisi tidak dapat langsung menindaklanjuti aksi body shaming tanpa ada laporan.

Tags: , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: