YLKI: Maskapai Tak Bisa Asal Pasang Tarif Bagasi

Pemerintah harus terapkan batas atas tarif bagasi pesawat.
, Majalah Kartini | 15/02/2019 - 15:00

Majalahkartini.co.id- Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai maskapai tak bisa terburu-buru menerapkan tarif bagasi berbayar kepada penumpang. Meski biaya bagasi sebenarnya merupakan praktik yang lumrah pada maskapai berbiaya rendah (Low Cost Carrier), masyarakat selama ini sudah terbiasa mendapat fasilitas bagasi gratis.

Ketua pengurus Harian YLKI Tulus Abadi menilai polemik bagasi berbayar yang terjadi belakangan ini mencerminkan buruknya komunikasi publik yang dilakukan oleh maskapai.

“Sebetulnya kan tiga hingga enam bulan itu adalah waktu yang cukup bagi masyarakat untuk mengubah perilakunya,”ujar Tulus di Jakarta (14/2).

Ia pun menilai kebijakan ini juga harus diterapkan dengan sangat hati-hati, terutama terkait penentuan tarif bagasi per kilogram (kg). Jangan sampai, pengenaan tarif bagasi melebihi harga tiket, dan cenderung menyundul tarif atas tiket yang diatur pemerintah. Ia pun sangat mengapresiasi langkah pemerintah yang kini tengah merumuskan aturan batas atas tarif bagasi.

“Jadi memang harus ada aturan tarif batas atas bagi bagasi, sehingga bagasi tidak dijadikan kedok bagi maskapai naikkan harga secara terselubung,” kata Tulus.

Di sisi lain, Tulus juga meminta konsumen untuk bijak. Ia menyarankan masyarakat yang memang membutuhkan bagasi sebaiknya memilih maskapai full service yang memang memberikan layanan bagasi gratis ketimbang kecewa harus membayar lebih mahal untuk tarif bagasi.

“Ini kan memang aturannya ada sejak lama, tapi ini menuntut kecerdasan konsumen juga,” jelas dia. (*)

 

Teks: Reza Fiqih

Tags: , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: