Wujudkan Taman Hutan Hujan Tropis Pertama di Indonesia

Gerakan ini berawal dari keresahan seorang Delia von Rueti melihat semakin berkurangnya lahan untuk hutan di Indonesia
, Majalah Kartini | 24/11/2016 - 11:00

MajalahKartini.co.id – “Bumi dan seisinya cukup untuk memenuhi kebutuhan semua orang, tapi bukan keserakahan semua orang”. Mengutip apa yang diungkapkan oleh perspektif ecocentric ini Delia von Rueti melihat, bahwa tidak semua yang ada di Bumi ini dapat kita habiskan.

Love & O2 adalah sebuah panggilan untuk mencintai bumi. Bersama Love & O2 yang digagas oleh Delia von Rueti, diharapkan masyarakat Indonesia dapat meningkatkan kesadaran dan menyebarkan cinta untuk Bumi, sehingga kita tidak pernah lupa betapa berharganya Bumi ini.

Melalui Love & O2 Delia von Rueti memiliki mimpi besar membangun Taman Hutan Hujan Tropis untuk kali pertama di Indonesia. Seperti kita ketahui, hutan hujan tropis juga dikenal sebagai paru-paru dunia. Diperkirakan, sekitar 40 persen produksi oksigen dunia dihasilkan dari tempat ini. Indonesia merupakan kawasan yang memiliki hutan hujan tropis terbanyak di antara negara lain di Asia, salah satunya ada di Pulau Kalimantan.

Di sinilah Delia mendonasikan lahan pribadinya seluas 2.500 hektar untuk konservasi. Lahan tersebut berada di Muara Teweh, dekat dengan Bandar Udara Baringin (hanya sekitar 7 km), Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalimantan Tengah. “Sebagai salah satu bentuk sumbangsih untuk negara yang saya cintai ini, saya siap untuk mendonasikan lahan pribadi untuk konservasi. Mimpi besar saya adalah, kita dapat membangun Taman Hutan Hujan Tropis pertama di Indonesia yang kelak dapat dinikmati oleh generasi berikutnya,” ujar Delia von Rueti – penggagas Taman Hutan Hujan Tropis sekaligus desainer perhiasan pada kata pembuka acara Media Gathering di Grand Hyatt Jakarta (23/11).

Berawal dari keresahan perempuan asal Pematang Siantar, Sumatera Utara ini melihat semakin berkurangnya lahan hutan yang ada di Indonesia, bahkan dunia. Bagaimana populasi flora dan fauna turut berkurang drastis seiring berkurangnya hutan tempat habitat mereka. (Foto: Love & O2)

Tags: , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: