Waspada Jika Menemukan Tahi Lalat Ini, Bisa Jadi Melanoma

Sel kanker yang menyerang sel melanosit, yaitu sel pemberi warna kulit coklat atau kehitaman.
, Majalah Kartini | 01/11/2017 - 12:03

MajalahKartini.co.id – Di antara beberapa jenis kanker kulit, melanoma maligna atau sering disebut melanoma saja, adalah jenis yang paling mematikan. Insiden melanoma saat ini cukup tinggi terutama pada ras Kaukasian (kulit putih, rambut merah/terang dan mata biru). Sinar ultraviolet terutama B dan C adalah penyebab utama kanker kulit. Di Indonesia, melanoma memang bukan kanker kulit yang sering dijumpai.

Data dari RS Kanker Dharmais, yang sudah terkonfirmasi ada 119 kasus (sejak 2005). Namun karena edukasi dan pengetahuan masyarakat yang kurang, kebanyakan kasus terdiagnosis pada stadium lanjut, saat sudah menyebar ke organ lain. Melanoma adalah sel kanker yang menyerang sel melanosit, yaitu sel pemberi warna kulit coklat atau kehitaman. Melanoma termasuk jenis kanker paling ganas karena sangat mudah menyebar. Semakin dalam lokasi melanoma, maka dia akan lebih mudah menyebar.

Dr. dr. Aida Sofiati Dachlan Hoemardani SpKK(K) dari RS Kanker Dharmais menjelaskan, melanoma dapat terjadi di bagian kulit manapun tetapi pada pria kebanyakan di badan dan pada wanita di tungkai bawah. Pada kulit berwarna, kebanyakan dimulai di telapak kaki. “Di telapak kaki, penyebabnya lebih karena ada trauma, dan bukan karena sinar UV,” jelas dr. Aida dalam diskusi “Terapi terbaru Melanoma” yang diselenggarakan MSD Indonesia di Jakarta, Senin (30/10).

Melanoma pada ras Kaukasian menduduki peringkat ke-6 sebagai kanker paling sering ditemukan. “Pada stadium 1 dan 2 masih dapat diobati. Tetapi jika sudah masuk stadium 3 dan 4, kematian sangat tinggi. Usia tersering pasien rata-rata di atas 50 tahun. Kematian lebih tinggi pada laki-laki dibandingkan perempuan,” tambah dr. Aida.

Penyebab dan faktor risiko adalah paparan sinar UV terus menerus, riwayat keluarga (jarang di Indonesia), dan paparan sinar matahari terus menerus di masa anak-anak, atau tanning (menghitamkan kulit). Pada kulit putih, risiko lebih tinggi karena jumlah sel melanositnya lebih sedikit.

Menurut Aida, melanoma dapat dikenali dari tahi lalat. Memang hanya 30% kanker kulit yang dikenali dari tahi lalat, sehingga tidak ada salahnya melakukan SAKURI (periksa kulit sendiri). Caranya, berdiri di cermin setinggi badan, amati kulit sepanjang badan, untuk bagian belakang dipandu dengan cermin kecil, jangan lewatkan sisi kanan dan kiri badan. Selain itu memeriksa kepala dengan bantuan Hair dryer, dan telapak kaki.

Yang dicari adalah tahi lalat dengan gejala ABCDE. A (tahi lalat yang Asimetris), B (Border, tepi tahi lalat tidak bulat atau beraturan), C (Color, warna tahi lalat tidak rata ada yang merah, coklat hitam) dan D (Diameter, tahi lalat lebih dari 6 mm). D juga bisa diartikan Difference, yaitu di antara tahi lalat di seluruh tubuh ada satu yang berbeda. Itu yang harus diwaspadai. Ada tambahan lagi kriteria E yaitu Evolving, membesar dengan cepat. Jika menemukan ada kelainan di atas, segera cek ke dokter untuk memastikan.(Foto : Forum Ngobras)

Tags: , , , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: