Waspada! Jangan Sembarang Memberi Susu pada Anak

Untuk memenuhi kebutuhan kalori yang spesifik, orangtua tidak boleh sembarangan memberikan makanan pada bayi.
, Majalah Kartini | 15/08/2017 - 15:02

Waspada Jangan Sembarang Memberi Susu pada Anak

MajalahKartini.co.id – Susu masih menjadi pilihan bagi sebagian ibu rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan gizi anak. Sayangnya masih ada beberapa isu dan mitos terkait susu terutama berkaitan dengan keperluan tumbuh kembang anak yang perlu diklarifikasi.

Dr. dr. Ariani Dewi Widodo SpA(K) dari RSAB Harapan Kita menjelaskan, kampanye 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sangat gencar digalakkan karena merupakan salah satu cara mengoptimalkan tumbuh kembang anak sejak dari kandungan, terutama dalam hal optimlisasai nutrisi. Untuk setiap tahapan tumbuh kembang, dibutuhkan kalori yang cukup. Oleh karena itu untuk memenuhi kebutuhan kalori yang spesifik, orangtua tidak boleh sembarangan memberikan makanan pada bayi.

“Prinsipnya makanan yang diberikan harus dapat memenuhi kebutuhan zat gizi yang diperlukan. Misalnya untuk usia 0-6 bulan, maka kebutuhan gizi didapatkan hanya dari ASI saja, kecuali ibu tidak memungkinkan memberikan ASI,” jelas Ariani dalam acara diskusi tentang “Menganal Varian Susu untuk Tumbuh Kembang Anak” yang diselenggarakan Forum Ngobras di Jakarta, 14 Agustus 2017.

Setelah lepas dari ASI, pemberian susu sebagai tambahan makanan boleh diberikan. Susu mengandung komponen nutrisi yang sangat penting untuk memenuhi kebutuhan gizi anak karena mengandung berbagai zat gizi penting. Susu, lanjut Ariani, bukan hanya untuk pertumbuhan saja namun mengandung banyak mikronutrien yang penting untuk meningkatkan daya tahan tubuh anak. Susu kaya akan kalsium, magnesium, selenium, riboflavin (vitamin B2), Vitamin B12 dan asam pantothenat (vitamin B5).

Waspada Jangan Sembarang Memberi Susu pada Anak1

Terkait pemberian susu untuk tumbuh kembang anak, ada beberapa hal yang harus diperhatikan orangtua. Pertama jenis susunya dan seberapa banyak takarannya. Masing-masing anak memiliki kebutuhan nutrisi berbeda. Panduan dari U.S. Department of Agriculture tahun 2010 tentang takaran minum susu adalah, untuk anak-anak di bawah usia 2-3 tahun, 2 gelas perhari, usia 4-8 tahun, cukup 2,5 gelas dan anak di atas 9 tahun bisa sampai 3 gelas sehari.

Banyak penelitian manfaat susu baik untuk orang dewasa maupun anak. Berdasarkan 324 penelitian sebelumnya, susu dapat menurunkan risiko jantung dan stroke sampai 20%. Hal ini karena kalori pada susu adalah kalori yang sehat, apalagi susu yang rendah lemak. Penelitian lain menunjukkan, susu lebih baik daripada sport drink atau cairan elektrolit untuk mengembalikan kekuatan otot pada atlet.

Gaya hidup alami menjadikan orangtua mulai memberikan susu segar untuk anak-anak. Apakah susu segar lebih sehat? Susu sapi segar adalah susu yang tidak mengalami proses sterilisasi sempurna sehingga berpotensi menyisakan bakteri-bakteri berbahaya yang dapat menyebabkan penyakit.

Ariani tidak menganjurkan susu segar diberikan pada anak, apalagi bayi karena selain tidak steril, susu segar juga tidak mengandung cukup zat besi dan asam folat yang dibutuhkan untuk pembentukan sel darah merah (faktor kunci pembuatan DNA). Pada bayi zat besi sangat penting untuk pembentukan sel-sel otak. (Foto: NewsMedia/Andim)

Tags: , , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: