Jangan Sepelekan Diare Pada Anak, Ketahui Cara Mengatasinya!

Jangan anggap remeh penyakit satu ini, karena diare disertai dehidrasi berat pada anak dapat mengancam jiwa.
, Majalah Kartini | 02/02/2019 - 13:00

MajalahKartini.co.id – Musim penghujan yang tengah melanda sebagian besar kota di Indonesia saat ini membuat Anda harus waspada kesehatan anak. Selain batuk dan pilek, diare juga menjadi penyakit yang kerap menyerang anak di saat musim hujan. Jangan anggap sepele diare, karena kalau terlambat mengatasinya juga dapat mengancam nyawa. Lantas bagaimana pertolongan pertama yang dapat dilakukan ketika anak mengalami diare? Simak penjelasan di bawah ini.

Tetap berikan minum dan makan. Jika anak masih menyusui, maka terus berikan ASI padanya. ASI harus diberikan lebih sering dari biasanya untuk mengganti cairan yang hilang ketika anak diare. Bila anak sudah tidak lagi menyusui, berikan asupan bernutrisi untuknya.

Air adalah pengganti cairan yang baik, tetapi tidak mengandung garam dan elektrolit, sehingga memberikan cairan berupa air saja tidak cukup. Anda dapat membantu menjaga kadar elektrolit dalam tubuh anak yang sedang diare dengan memberikan makanan bernutrisi berupa sup untuk sodium dan jus untuk kalium.

Berikan larutan gula garam. Untuk mengganti cairan tubuh yang hilang akibat diare, Anda juga dapat memberikan larutan gula dan garam yang mudah dibuat di rumah. Caranya, larutkan satu liter air dengan enam sendok teh gula yang dicampur dengan setengah sendok teh garam. Anda juga bisa memberikan larutan oralit yang siap pakai yang sangat mudah untuk didapatkan. Berikan larutan ini setiap kali anak buang air besar.

Bila anak Anda diare disertai muntah, awali pemberian asupan cairan secara sedikit demi sedikit yaitu satu sendok teh (5 ml) selama lima menit, kemudian Anda bisa menaikkan jumlahnya perlahan-lahan. Setelah itu bila anak benar-benar tidak lagi muntah, jumlah cairan tidak perlu dibatasi.

Kenali diare dengan dehidrasi berbahaya. Dengan kesabaran dan dorongan, sebagian besar anak mendapatkan cairan yang cukup tanpa perlu cairan melalui infus. Namun, anak-anak yang mengalami diare disertai dehidrasi berat kemungkinan memerlukan cairan melalui infus. Kenali tanda-tanda dehidrasi pada anak dan segera larikan anak Anda ke rumah sakit bila terdapat gejala; Mulut kering, Buang air kecil sedikit atau urine berwarna kuning gelap, Sedikit atau tidak ada air mata saat anak menangis, Lemas, serta Kulit kering dan ujung-ujung jari teraba dingin. (*)

Tags: , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: