Viralnya Cuitan Andi Arief yang Ingin Laporkan Putra Sulung Presiden

Belum kelar masalah hoax yang pernah diunggah pada akun Twitter-nya, kini Andi Arief justru ingin melaporkan Gibran Rakabuming Raka.
, Majalah Kartini | 11/01/2019 - 12:00

MajalahKartini.co.id – Tulisan atau cuitan di Twitter akhir-akhir ini memang tengah ramai, terlebih oleh Wasekjen Partai Demokrat, Andi Arief yang belakangan kerap menggunakan media sosial tersebut untuk mengungkapkan beberapa hal yang sensitif. Setelah kontroversi cuitan miliknya perihal hoax 7 kontainer kertas suara tercoblos. Kini, Andi Arief justru ingin polisikan Gibran Rakabuming Raka, putra sulung presiden Joko Widodo akibat retweet-an Gibran.


Rencana mempolisikan Gibran dicuitkan Andi Arief pada Rabu (9/1). Begini duduk perkara Andi Arief ingin mempolisikan akun Twitter Gibran. Andi Arief awalnya mengunggah tangkapan layar (screenshot) cuitan Gibran di akun @Chilli_Pari. Yang pertama, Gibran me-retweet cuitan airmin @_TNIAU yang membalas cuitan Andi Arief soal dia meminta 2 anggota TNI mengecek kabar surat suara tercoblos yang belakangan dinyatakan hoax.

“Mohon bapak @AndiArief__sebutkan siapa kedua anggota TNI tersebut (nama/pangkat/kesatuan). Jika mereka anggota TNI AU, laporkan kepada kami untuk diusut Pomau. Patut diingat bahwa institusi TNI dan khususnya TNI AU berkomitmen untuk menjaga netralitas dalam Pemilu,” demikian bunyi cuitan TNI AU yang di-retweet Gibran.

Tangkapan layar yang diunggah Andi Arief juga menampilkan cuitan Gibran tentang tagar “#UdahNurhadiAja”. Tagar itu terkait pasangan capres-cawapres fiktif, Nurhadi-Aldo, yang sempat heboh di media sosial.

“Saya lagi menimbang apa perlu melaporkan akun anak Presiden ke Bareskrim,” tulis Andi Arief dengan mengunggah capture-an tersebut.

Meski demikian, sampai saat ini belum diketahui apakah Andi Arief jadi melaporkan Gibran ke polisi. Sebelumnya, dia sudah mempolisikan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto; Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin; Direktur Hukum dan Advokasi TKN Jokowi-Ma’ruf Amin, Ade Irfan Pulungan; jubir TKN Jokowi-Ma’ruf, Arya Sinulingga; dan jubir PSI Guntur Romli terkait dugaan penyebaran berita bohong atau hoax melalui media elektronik dan pencemaran nama baik. (*)

Tags: , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: