Vanessa Angel Ditetapkan Jadi Tersangka Akibat Foto & Video Asusila

Vanessa dijerat Pasal 27 ayat 1 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
, Majalah Kartini | 17/01/2019 - 12:00

MajalahKartini.co.id – Perjalanan hukum artis cantik Vanessa Angel usai ditangkap kepolisian Surabaya terkait kasus prostitusi online akhirnya memasuki babak baru. Kini, status Vanessa yang sebelumnya saksi korban berubah menjadi tersangka. Vanessa dijerat Pasal 27 ayat 1 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

“Saya sampaikan kepada rekan-rekan media terkait penyidikan kasus prostitusi online, kami sampaikan terkait hasil gelar daripada diperiksanya Saudari VA dan kami mulai hari ini kami tetapkan sebagai tersangka,” ujar Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan di Mapolda Jatim, Surabaya (16/1).

Vanessa dijerat UU ITE karena kerap mengirimkan foto dan video tak senonoh melalui pesan elektronik di ponselnya kepada muncikari. Kemudian video ini pun tersebar. Para muncikari menggunakan foto dan video tak senonoh ini untuk menawarkan Vanessa kepada pelanggan prostitusi online. Pasal 27 ayat 1 menyebutkan setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan.

“Pertimbangannya tadi sudah saya sampaikan, yang bersangkutan secara langsung mengeksplor dirinya, mengeksploitasi dirinya langsung dengan muncikari, ada komunikasi,” ungkap Luki.

Penetapan Vanessa sebagai tersangka ini merupakan fakta penyidikan Subdit V Cyber Crime Polda Jatim. Setelah melakukan pemeriksaan sembilan jam pada Senin (14/1), polisi juga mendapati beberapa fakta baru yang bisa menjerat Vanessa. Penetapan ini juga didapat dari hasil pemeriksaan saksi ahli, di antaranya ahli pidana, ahli bahasa, ahli ITE, hingga ahli dari MUI dan Kementerian Agama.

Luki mengatakan kasus Vanessa ini cukup rumit. Pasalnya, Vanessa ditangkap saat memberikan layanan prostitusi di hotel yang ada di Jalan HR Muhammad, Surabaya. Polisi pun menjadikan Vanessa sebagai saksi korban, bukan tersangka. Karena dalam UU yang ada, tak ada pasal yang bisa menjerat PSK.

“Karena selama ini biasanya (PSK) sebagai korban, tapi kami melihat dari data yang kami dapat fakta-fakta yang ada, malah yang bersangkutan sendiri mengeksploitasi daripada dirinya sendiri dan ini ada komunikasi mengirimkan fotonya ada pembicaraan-pembicaraan,” pungkas Luki.

Polisi sudah mengirimkan surat panggilan kepada Vanessa. Vanessa dijadwalkan dipanggil ke Mapolda Jatim untuk diperiksa dengan status barunya tersebut pada Senin (21/1). Terkait kasus prostitusi online artis ini, Polisi sudah menjerat empat orang termasuk Vanessa sebagai tersangka. (*)

Tags: , , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: