Vaksin Dengue Pertama di Dunia Kini Tersedia di Indonesia

Tahun 2015, penderita DBD tercatat lebih dari 129.000 kasus dan telah merenggut 1.071 nyawa dan kecenderungannya terus meningkat di tahun 2016.
, Majalah Kartini | 26/10/2016 - 20:00

MajalahKartini.co.id – Indonesia merupakan salah satu negara di dunia dengan beban dengue tertinggi. Tercatat kasus dengue sedang mengalami peningkatan, dengan hampir 160.000 kasus tercatat sampai dengan akhir September 2016, meningkat 17% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2015. Permasalahan ini mendasari Sanofi Pasteur, menghadirkan vaksin dengue. Divisi vaksin dari Sanofi, mengumumkan bahwa vaksin dengue pertama di dunia telah tersedia di klinik dan rumah sakit swasta di Indonesia.

“Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyetujui vaksin dengue untuk digunakan pada individu berusia 9 sampai 16 tahun untuk pencegahan dengue yang disebabkan oleh keempat serotipe virus dengue,” kata Joko Murdianto, Kepala Divisi Vaksin Sanofi Indonesia pada press conference di Jakarta, Selasa (25/10).

Dengue merupakan prioritas kesehatan masyarakat di Indonesia. Di tahun 2015, penderita demam berdarah dengue (DBD) tercatat lebih dari 129.000 kasus dan telah merenggut 1.071 nyawa, dan kecenderungannya terus meningkat di tahun 2016. Organisasi Kesehatan Dunia (The World Health Organization /WHO) merekomendasikan penggunaan vaksin dengue di negara-negara dengan beban dengue tinggi seperti Indonesia, sebagai cara tambahan untuk mengendalikan beban penyakit. “Vaksin ini efektif melawan empat jenis serotipe virus dengue, yang dapat membantu mengurangi beban penyakit tahunan di Indonesia sebesar USD 323 juta3”, kata Joko.

“Menjadikan vaksin dengue dapat diakses oleh masyarakat Indonesia yang berisiko terhadap penyakit ini, adalah sejalan dengan komitmen kami untuk memperkenalkan inovasi ini di negara- negara endemik, sebagai prioritas untuk mengurangi beban global dengue,” lanjutnya. Drg. R. Vensya Sitohang. M Epid, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dalam rilisnya mengungkapkan, saat ini belum ditemukan obat tertentu untuk penanganan dengue dan usaha pencegahan adalah tindakan prioritas dalam mengontrol virus dengue.

Hingga hari ini, kontrol terhadap vektor merupakan pencegahan utama yang dilakukan dengan melibatkan masyarakat melalui gerakan „1 Rumah 1 Jumantik. “Sekarang dengan ketersediaan vaksin dengue, maka usaha pencegahan terhadap penyakit dengue semakin meningkat dan membawa harapan baru bagi masyarakat Indonesia dalam melawan penyakit yang mematikan ini”, kata dia.(Foto : Andim)

Tags: , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: