Transformasi Bankaltim Dalam Membangun Negeri

Perubahan badan hukum, nama dan logo menjadi Bankaltimtara wujud identitas wilayah Provinsi Kalimantan Utara.
, Majalah Kartini | 16/11/2017 - 18:03

MajalahKartini.co.id – Rabu (15/11) Bankaltim mengumumkan perubahan bentuk badan hukum, nama dan logo Bankaltim dengan tema “Langkah Bersama Merangkai Harmoni” Bankaltimtara Cabang Jakarta. Ini dilakukan untuk meningkatkan keyakinan masyarakat dalam memanfaatkan layanan perbankan.

Zainuddin Fanani selaku Direktur Utama Bankaltimtara pada konferensi media mengungkapkan, tidak hanya di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, Bankaltimtara melakukan transformasi dari mulai perubahan bentuk badan Hukum Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur yang semula Perusahaan Daerah (PERUSDA) menjadi Perseroan Terbatas (PT) hingga perubahan nama yang semula Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur (sebutan Bankaltim) menjadi Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (sebutan Bankaltimtara), serta perubahan logo BPD Kaltim.

“Perubahan badan hukum, nama dan logo menjadi Bankaltimtara juga merupakan perwujudan dalam mengakomodir sekaligus menampilkan identitas wilayah Provinsi Kalimantan Utara mengingat seluruh pemerintah daerah yang ada di Kalimantan Utara merupakan pemegang saham Bankaltim,” jelasnya.

Lebih lanjut Zainuddin mengatakan membangun negeri hingga pelosok daerah di dua provinsi Kalimantan
Timur dan Kalimantan Utara yang juga berbatasan langsung dengan negara tetangga merupakan komitmen Bankaltimtara dalam memberikan layanan perbankan untuk masyarakat.

“Amanah sebagai pendorong laju pembangunan daerah demi menjaga kedaulatan ekonomi Indonesia menjadi tujuan kami sejak pertama kali didirikan lebih dari setengah abad yang lalu,”
ujarnya.

Perubahan identitas baru ini, tambah Zainuddin sekaligus juga menandai bahwa kiprah bank ini dalam memberikan layanan perbankan juga akan bisa dinikmati oleh masyarakat tidak hanya di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara namun juga bagi masyarakat seluruh Indonesia.

“Salah satu layanan perbankan yang akan segera diluncurkan oleh Bankaltimtara setelah perubahan identitas baru ini adalah obligasi,” sambungnya.

Untuk hal tersebut Bankaltimtara akan bekerjasama dengan MnC Sekuritas sebagai upaya untuk mensinergikan produk dalam rangka memberikan nilai tambah bagi Bank.

Dengan profil rasio perbankan yang kuat Bankaltimtara yakin mampu memberikan pilihan investasi yang menarik bagi masyarakat. “Oleh karena itu untuk meningkatkan keyakinan masyarakat dalam memanfaatkan layanan perbankan, tidak hanya di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, Bankaltimtara melakukan
transformasi,” katanya.

Zainuddin lebih lanjut memaparakan bahwa perubahan badan hukum, nama dan logo menjadi Bankaltimtara juga merupakan perwujudan dalam mengakomodir sekaligus menampilkan identitas wilayah Provinsi Kalimantan Utara mengingat seluruh pemerintah
daerah yang ada di Kalimantan Utara merupakan pemegang saham Bankaltim

“Nama dan logo baru PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Utara (Kaltara) diharapkan mampu menumbuhkan semangat perubahan, sehingga dapat menimbulkan rasa kepercayaan diri, kebanggaan, loyalitas bagi semua sumber daya
insani perusahaan,” ujarnya. Dengan demikian Bankaltimtara mampu menunjukkan komitmen terhadap masyarakat dan pemangku kepentingan atas peranan yang diembannya.

Pimpinan Sekretasis Perusahaan Abdul Haris Sahilin menjelaskan, posisi aset mereka di akhir 2016 senilai Rp 22,5 triliun. Dari 27 BPD di Indonesia, aset kami ada diurutan enam.

“Untuk tahun ini, hingga September 2017 aset mencapai Rp 25,5 triliun atau naik 12,9 persen. Target kami sampai akhir tahun Rp 23,1 triliun. Kami optimistis bakal tercapai,” katanya.

Dana pihak ketiga lanjut ia, sampai akhir September 2017 Rp 19,02 triliun. Penyaluran kredit Rp 14,14 triliun. Secara kinerja sampai September 2017 berhasil mencapai laba kotor Rp 535,19 miliar. Akhir tahun lalu mereka berhasil meraih laba Rp 621 miliar.

”Kami optimis laba kotor bisa sama seperti tahun lalu. Soal permodalan 100 persen adalah milik pemerintah daerah,” ujarnya. ”Ada dua pemerintah propinsi dan 12 pemerintah kota,” katanya.

Untuk jaringan saat ini mereka memiliki 346 kantor, dan layanan ATM sebanyak 795 unit. ”Dari 46 bank umum yang ada di Kalimantan Utara, market share kita 22 persen dari total aset total kredit,” pungkasnya.

Sebagai salah bank pembangunan daerah yang ada di Indonesia, Bankaltimtara merupakan salah satu BPD yang memiliki cakupan wilayah operasi terluas di Indonesia dengan luas total wilayah mencapai 129.066,64 kilometer persegi.

Dengan bentang luas wilayah yang mencapai lebih kurang satu setengah kali luas Pulau Jawa tersebut, Bankaltimtara hingga kini mampu hadir di 122 dari 153 kecamatan yang ada di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara atau sekitar 79,74 persen.

“Kami menyadari bahwa salah satu tantangan yang harus dihadapi Bankaltimtara adalah tantangan geografis. Namun demikian, kami berusaha terus untuk mewujudkan kehadiran kami secara nyata,” cetusnya.

Membangun jaringan kantor di batas negeri yang awalnya mustahil menjadi
sebuah kenyataan. Ditambah lagi, kiblat kegiatan ekonomi yang sebelumnya ke negara tetangga, perlahan mulai bergeser setelah hadirnya kami. “Bagi kami, itu adalah sebuah kebanggaan,” tutupnya.(Foto : Andim)

Tags: , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: