Tragedi Berdarah Menimpa Siswa SD Sabu Raijua NTT

Informasi yang didapatkan, ada satu korban siswa SD dalam keadaan kritis.
, Majalah Kartini | 13/12/2016 - 15:45

MajalahKartini.co.id – Tujuh orang siswa SD Negeri 1 Seba, Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (13/12), menjadi korban penyanderaan dan penganiayaan oleh pria yang sampai saat ini masih diperiksa identitasnya. Kejadian yang bermula ketika jam pelajaran sedang berlangsung. Pelaku tiba-tiba memasuki ruang kelas dengan membabi buta dan membawa sebilah pisau serta menyandera bahkan melukai leher anak SD menggunakan pisau yang ia bawa.

Saat itu pelaku menuju ke bangku belakang dan mendekati seorang siswi yang bernama Naomi Oktoviani Pawaki (11). Setelah itu pelaku memutar wajah korban dan menggoroknya dengan pisau yang masih dipegang ke leher Naomi. Tak berhenti disitu saja, pelaku mencari korban lainnya dan melukai leher serta menusuk kaki serta tangan korban. Hal tersebut membuat siswa dan para guru berteriak histeris.

Beruntung, saat bersamaan Koramil 1627/04-Sabu Raijua yang baru selesai menggelar apel pagi tiba-tiba mendengar teriakan histeris yang datang dari arah SD. Sehingga membuat para anggota Koramil langsung bergegegas menuju lokasi yang hanya berada di samping Koramil.

Pelaku segera dilumpuhkan oleh anggota TNI. Setelah dikoordinasikan dengan polisi, pelaku berhasil diamankan ke Markas Polsek Sabu Barat. Namun, kedua pelaku lainnya masih dalam pengejaran karena telah berhasil lolos. Korban segera dilarikan ke rumah sakit terdekat dan masih dalam penanganan medis. Informasi yang didapatkan, ada satu korban dalam keadaan kritis.

Kabid humas Polda NTT, AKBP Jules Abraham Abast menjelaskan jika peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 09.00 WIB dan menyebabkan tujuh anak luka. “Pelaku berusia 32 tahun namun masih mengalami pemeriksaan identitas serta kejiwaan. Sejauh ini hanya satu pelaku yang berhasil ditangkap,” ungkapnya.

Sementara itu, massa yang sudah tersulut emosi mendatangi Polsek Sabu Barat dan meminta pelaku dikeluarkan dari ruang tahanan. Hingga kini, Kapolsek masih sibuk menenangkan massa yang mengepung Polsek Sabu Barat. Pelaku diduga mengalami gangguan jiwa. Dalam kejadian ini tidak memakan korban jiwa.”Para korban menderita luka tikam di leher, kaki, dan tangan. Namun, tidak ada korban meninggal,” pungkasnya.

Berikut nama-nama korban yang terluka oleh benda tajam. Juniarto Ananda Apri Dimu (11), luka robek pada pipi dan lengan kanan dalam serta luka robek di telinga bagian kanan; Naomi Oktoviani Pawali (10), luka pada leher dan bibir depan; Maria Katarina Yeni (8) luka pada leher dan luka robek pada jari telunjuk dan jari tengah; Gladis Riwu Rohi (11) luka robek di leher dan jari; Dian Suryani Koreh (11) luka robek di leher; Alberto Tamelan (10) luka robek di leher dan Adi Miha Djami (11) luka robek di leher. (Evi Indria/Foto: netralnews.com)

Tags: , , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: