Total 89 Jenazah Teridentifikasi, Sisa 100 Nama Korban Lagi

Proses identifikasi korban jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 masih terus berlangsung dan menjadi pekerjaan utama tim DVI Polri.
, Majalah Kartini | 15/11/2018 - 09:00

MajalahKartini.co.id – Meskipun Voice Cockpit Recorder (VCR) black box dari pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT-610 belum berhasil ditemukan tim KNKT hingga kini, namun jumlah korban yang berhasil diidentifikasi tim DVI Polri terus bertambah. Pada Rabu (14/11), Kepala RS Polri Brigjen Musyafak merilis kembali nama empat jenazah yang menjadi korban jatuhnya pesawat Lion Air pada 29 Oktober 2018 di perairan Karawang, Jawa Barat.

Empat jenazah korban jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP teridentifikasi. Total ada 89 orang korban Lion Air teridentifikasi.

“Hasil sidang rekonsiliasi pada Rabu, 14 November pukul 16.00 WIB, ada penumpang yang dinyatakan teridentifikasi,” ujar Brigjen Musyafak di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur (14/11).

Keempat jasad korban Lion Air JT-610 yang teridentifikasi, di antaranya:
1. Robert Susanto, laki-laki, usia 56 tahun, melalui DNA
2. Nikky Bagus Santoso, laki-laki, usia 35 tahun, melalui DNA
3. Shella, perempuan, usia 25 tahun, melalui DNA
4. Zuiva Puspita Ningrum, perempuan, usia 39 tahun, melalui DNA

“Hingga asat ini penumpang yang telah teridentifikasi sebanyak 89 penumpang dengan rincian laki-laki 66 orang dan perempuan 23 orang,” kata Musyafak.

Seperti yang diketahui, jumlah total penumpang termasuk awak pesawat naas tersebut berjumlah 189 jiwa. Jika sudah teridentifikasi 89 korban hingga saat ini, berarti masih tersisa 100 nama korban yang belum teridentifikasi.

Selama tim DVI Polri terus bekerja mengidentifikasi body parts korban yang berhasil dievakuasi, tim KNKT juga masih terus mengerahkan kekuatan penuh untuk menemukan black box CVR yang masih berada di dasar perairan Karawang, guna menganalisis penyebab jatuhnya pesawat. (*)

Tags: , , , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: