Tips Agar Bisa Melahirkan Normal Tanpa Jahitan

Berbeda dengan metode caesar yang membuat para ibu harus melalui masa pemulihan pascaoperasi, proses melahirkan normal memiliki keunggulan lebih usai melahirkan.
, Majalah Kartini | 17/12/2018 - 15:00

MajalahKartini.co.id – Memiliki buah hati tentu harapan setiap pasangan yang telah berumahtangga guna memiliki keturunan penerus. Tentu harapan akan anak dimiliki setiap orang tua. Namun, untuk memperoleh buah hati, para ibu harus melalui perjuangan berupa masa kehamilan hingga melahirkan terlebih dahulu.

Momen melahirkan termasuk momen hidup dan mati para ibu demi mengeluarkan sang buah cinta. Ada banyak pilihan metode melahirkan yang tersedia di era modern ini, meski demikian tentu banyak dari para ibu dan calon ibu berharap dapat melahirkan secara normal dan tanpa memperoleh jahitan. Mengingat banyak manfaat pasca melahirkan yang lebih banyak didapat lewat proses tersebut. Anda termasuk salah satunya? Maka, ketahui tips berikut ini agar bisa melahirkan normal tanpa jahitan.

Terapkan pola hidup sehat saat hamil. Dengan pola makan sehat dan vitamin yang mencukupi, maka kulit dan jaringan tubuh lain akan berfungsi optimal. Lengkapi dengan olahraga untuk ibu hamil dan senam kegel untuk membangun tubuh yang kuat. Lakukan relaksasi untuk mengurangi stres.

Lakukan pijat perineum. Gerakan memijat pada jaringan di sekitar vagina akan membuatnya lebih fleksibel, sehingga dapat memperbesar kemungkinan melahirkan normal tanpa jahitan. Pijat perineum dapat dimulai ketika kehamilan berusia 34 minggu. Tips melahirkan normal ini bisa dilakukan dua kali per minggu untuk hasil yang maksimal.

Perhatikan posisi saat melahirkan. Posisi yang berbeda saat melahirkan dapat menghasilkan tekanan yang berbeda pada perineum. Beberapa gerakan yang dapat dilakukan antara lain berbaring dengan posisi miring, duduk, atau berlutut dengan menaruh dua tangan ke arah depan.

Usahakan perineum tetap hangat. Kondisi hangat akan membuat aliran darah meningkatkan dan melemaskan otot sekitar perineum. Tempatkan handuk atau kain hangat di sekitarnya. Jika memungkinkan, minta seseorang untuk menekan bagian perineum dengan handuk hangat untuk menjaganya tidak robek ketika kepala bayi mendorong keluar.

Cara Mengatur pernapasan. Umumnya, dokter atau perawat akan memberitahu kapan Anda harus mengejan. Ketika kepala bayi sudah mulai tampak, maka calon ibu akan diminta berhenti mengejan dan mengambil beberapa napas pendek yang dikeluarkan melalui mulut. Hal ini akan membuat kepala bayi keluar dengan lembut dan perlahan, sehingga otot dan kulit perineum dapat meregang tanpa robek. (*)

Tags: , , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: