The Cancer Center Ungkap Revolusi Global Pengobatan Kanker

The Cancer Center menyediakan konsultasi lengkap dan pengobatan terkini untuk berbagai penyakit kanker oleh tim ahli Onkologi, perawat dan konselor yang berkualifikasi tinggi.
, Majalah Kartini | 24/01/2018 - 21:07


MajalahKartini.co.id – The Cancer Center, salah satu layanan klinik medis unggulan yang tergabung dalam Singapore Medical Group (SMG) menyelenggarakan media gathering yang membahas mengenai teknologi pengobatan revolusioner terbaru untuk penyakit kanker, yaitu Immunotherapy dan Targeted Therapy. Acara ini dilakukan dalam rangka menyambut Hari Kanker Sedunia yang jatuh pada 4 Februari mendatang.

SMG merupakan sebuah grup dokter spesialis dan penyedia layanan kesehatan swasta di Singapura yang menawarkan beragam perawatan medis mendukung kesehatan dan kualitas hidup masyarakat. Arifin Ng selaku Senior Vice President of Singapore Medical Group menjelaskan.

“Berdiri sejak tahun 2005 dengan jaringan layanan kesehatan yang melibatkan lebih dari 25 bidang spesialisasi medis, SMG memiliki sederetan klinik medis untuk mendukung kesehatan masyarakat, termasuk The Cancer Center, yang merupakan salah satu layanan unggulan kami,” jelasnya pada media workshop di Jakarta, Rabu (24/1).

Kanker merupakan penyebab kematian nomor dua di dunia, dan nomor tujuh di Indonesia (Buletin Jendela Data dan lnformasi Kesehatan, Kemenkes RI 2015). Di tahun 2013 saja, prevalensi penyakit kanker sudah mencapai 0,14 persen (347.792 orang) dari total populasi penduduk.

Selain itu, berdasarkan prediksi World Health Organization (WHO), pada 2030 jumlah penderita kanker di lndonesia akan meningkat tujuh kali lipat. “Kanker paru, hati, usus, kolorektal, payudara dan serviks adalah beberapa jenis kanker yang paling banyak ditemukan di Indonesia,” imbuhnya.

Dr. Wong Seng Weng, ahli Onkologi dan Konsultan Spesialis dari The Cancer Center, SMG menjelaskan bahwa semua orang memiliki sel kanker di tubuhnya. Sel kanker dapat dibedakan dari sel normal berdasarkan sejumlah karakteristik morfologi, perilaku, dan genetiknya.

Sel kanker memiliki perkembangan yang abnormal, dapat menyebar dan menyerang sel normal lain layaknya ‘teroris’, dan sel ini tidak memiliki waktu tenggat hidup. “Jika sel teroris ini sudah menyebar ke organ-organ lain, pemberantasan penyakit kanker secara tuntas sangat sulit dicapai,” jelasnya.(Foto : Andim)

Tags: , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: