Ternyata Perempuan Lebih Cerdas dalam Belanja Online

Dari hasil survei, lebih dari 83,6 persen perempuan lebih mementingkan nilai tambah dalam berbelanja.
, Majalah Kartini | 15/11/2017 - 19:03

MajalahKartini.co.id – Berdasarkan data MatahariMall, 29 persen konsumen perempuan yang berbelanja online berusia 18-25 tahun, 49 persen berusia 26-35. Saat mengunjungi situs belanja online, setidaknya mereka melakukan browsing 1,5 kali lebih lama dibanding laki-laki dan membuka 1,7 kali halaman lebih banyak dibanding laki-laki sebelum berbelanja. Untuk itu, inovasi layanan yang unik tentu dibutuhkan untuk menarik minat para konsumen perempuan.

Hadi Wenas, CEO MatahariMall.com menyampaikan melihat hal tersebut, pihaknya memberikan perhatian khusus untuk memahami kebutuhan belanja perempuan dengan mengadakan survei terhadap responden perempuan di 6 kota besar di lndonesia. Survei ini dilakukan di Jabodetabek, Bandung, Medan, Surabaya, Makassar dan Yogyakarta dengan melibatkan lebih dari 1.000 responden perempuan.

“Dari hasil survei, ternyata lebih dari 83,6 persen perempuan lebih mementingkan nilai tambah (value) dalam berbelanja dibandingkan tempat berbelanjanya itu sendiri. Dari survei yang sama hanya sekitar 16,4 persen perempuan yang setia berbelanja di salah satu platform saja baik online maupun offline,” jelasnya Hadi pada press conference di Jakarta, Rabu (15/11).

Selain itu, kata dia hampir setengah responden wanita lebih mementingkan value terbaik yang ditawarkan dari sebuah situs belanja online, seperti diskon, pengiriman gratis, voucher tambahan, hingga points dan reward. “Sebanyak 79.7 persen responden bahkan menyatakan bahwa mereka tertarik dengan adanya points dan reward yang bisa ditukarkan di banyak tempat, baik online maupun offline,” imbuhnya.

Memesuki tahun ketiganya platform belanja online sebagai salah satu e-commerce lokal di Indonesia terus berupaya untuk memahami konsumen guna menghadirkan produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan. “Kami pun menemukan adanya perubahan pola belanja online konsumen dimana mayoritas konsumen didominasi perempuan,” ujarnya.

“Bagi kami, yang terpenting adalah mengenal betul siapa konsumen kami dan tahu apa yang mereka butuhkan,” lanjutnya. Berdasarkan data yang diperolehnya disimpulkan bahwa secara umum perempuan itu smart shopper. “Saat belanja online, pertimbangannya cukup beragam dan tidak hanya terpaku pada satu faktor saja,” ujar Hadi.

Mengamati adanya ketertarikan konsumen perempuan terhadap value lebih yang didapatkan saat belanja online, bisnis e-commerce ini meluncurkan fitur Loyalty O2O (Online-to-Offline). Fitur Loyalty O2O bisa Iangsung digunakan di berbagai merchants dan antar platform. “Kami ingin memberikan keuntungan lebih dalam berbelanja untuk perempuan Indonesia,” ujar Hadi. Fitur Loyalty O2O adalah sebuah fitur di mana konsumen memperoteh poin untuk setiap transaksi, dan poin itu bisa ditukarkan bukan hanya di transaksi online berikutnya namun juga di lebih dari 2.000 outlet offline di seluruh lndonesia.

Konsumen bahkan bisa menukarkan poin untuk pembelanjaan di outlet offline dengan kategori yang beragam mulai dari makanan, minuman, hiburan, finansial, bahkan hunian. “Dengan adanya inovasi ini, kami akan terus berkreasi untuk menghadirkan layanan dan produk terbaik untuk konsumen, serta menjadi pilihan tempat belanja yang tepat bagi para perempuan masa kini lndonesia,” pungkasnya. (Foto: Andim)

 

Tags: , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: