Tagar #SaveBuniYani Jadi Trending Topic di Media Sosial

Banyak orang yang bersimpati atas penetapan Buni Yani menjadi tersangka, dukungan itu mereka sampaikan melalui media sosial.
, Majalah Kartini | 24/11/2016 - 15:45

MajalahKartini.co.id – Melalui petisi dan tagar di jejaring sosial media Twitter #SaveBuniYani, banyak pihak yang turut menyebarkan sebagai rasa prihatin kepada Buni Yani yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Hingga saat ini aksi tersebut sudah menembus 25,5 ribu tweet netizen yang menyampaikan dukungannya jika Buni Yani tidak bersalah.

Seperti tweetnya akun Fahira Idris DPD RI ‏@fahiraidris “Bang @BuniYani tadi malam tidur di Mushola Reskrimsus Polda Metro. Mhn doanya u/ Pemeriksaan Hari Ini #SaveBuniYani” ucap Fahira Idris melalui akunnya. Selain itu dukungan lain diberikan oleh akun @Cutmaybudiman yang menuliskan: Bukan masalah siapa yang menguploadnya tapi siapa yang mengatakannya #SaveBuniYani. 

Ada pula dukungan dari akun @anton_kaktuo yang menulis: skrg kalau ada kebakaran kita harus diam saja, ntar kalo lapor atau teriak2 bikin kekacauan bisa2 dipenjara hukum yg gemesin #SaveBuniYani. Hingga kekecewaan untuk Kapolri Titi Karnavian terkait kasus Buni Yani pun jadi sorotan. Dalam akun @andikaputra dikatakan, kecewa berat dengan pal Tito Karnavian, tak kira anda berbeda pak, ternyata lebih parah #SaveBuniYani.

Setelah memeriksa 19 jam sebagai saksi, penyidik Subdit Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya akhirnya menetapkan Buni Yani sebagai tersangka, Rabu (23/11), terkait penyebaran video Gubernur DKI Jakarta (nonaktif) Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di sosial media. Sosok yang berprofesi sebagai dosen ini dinilai memenuhi unsur menyebarkan informasi SARA.

“Hasil pemeriksaan, konstruksi hukum pengumpulan alat bukti, malam ini pukul 20.00 WIB dengan bukti permulaan yang cukup saudara BY kita naikan statusnya sebagai tersangka,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya. Polisi menyebut penetapan Buni sebagai tersangka ini bukan masalah penyebaran video Ahok saat berdialog dengan warga Kepulauan Seribu. Melainkan, postingan di status Facebooknya itu, menyebabkan Buni yang dinilai telah menyebarkan informasi yang dapat menimbulkan kebencian dan permusuhan.

Penyidik menjerat Buni dengan Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) juncto Pasal 45 ayat 2 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Pasal pertama dengan ancaman maksimal 6 tahun penjara dan atau denda maksimal Rp 1 miliar. Pasal 28 ayat (2) UU ITE menyatakan setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras dan antargolongan (SARA).

“Penyidik memiliki alat bukti yang cukup kuat untuk menetapkan Buni sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Di antaranya keterangan saksi dan keterangan saksi ahli,” pungkas Awi. Namun perlu diketahui, penetapan Buni Yani sebagai tersangka oleh Reskrim Polda Metro Jaya direspon keras oleh masyarakat. (Foto: ANT FOTO/Reno Esnir&Twitter)

 

Tags: , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: