Strategi Menkeu Sri Mulyani Kembangkan Unicorn di Indonesia

Pasca debat capres putaran kedua, istilah ‘unicorn’ menjadi viral dan banyak diperbincangkan. Inilah penjelasan tentang unicorn dan strategi pemerintah membesarkannya.
, Majalah Kartini | 18/02/2019 - 15:00

MajalahKartini.co.id- Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan telah menyiapkan strategi untuk mendukung pengembangan unicorn di dalam negeri. Sebagai informasi, pengembangan unicorn merupakan salah satu pertanyaan yang dilontarkan capres petahana Joko Widodo saat mengikuti debat capres kedua melawan Calon Presiden Prabowo Subianto (17/2).

Perusahaan Unicorn adalah perusahaan rintisan privat yang telah mengantongi nilai valuasi lebih dari US$1 Milliar. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa meningkatkan sumber daya manusia (SDM) yang baik melakukan fondasi untuk bisa mengebangkan lebih banyak unicorn di Indonesia.

Menurut Presiden Jokowi telah memerintahkan jajarannya untuk memperkuat fondasi tersebut. Jokowi ingin dukungan kepada pengembang unicorn diberikan mulai dari hulu sampai ke hilir.

“Kami bisa melahirkan dari mulai Tokopedia, Bukalapak, Gojek, hingga Traveloka itu dari anak-anak yang kalau dilihat memiliki pendidikan tinggi” ujarnya ujar Sri Mulyani usai menghadiri sarasehan hasil survei manfaat ekonomi yang dihasilkan oleh fasilitas Kawasan Berikat dan Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) di Gedung Djuanda I Kemenkeu, Jakarta (18/7).

Misalkan, untuk mendorong pendidikan tinggi perlu adanya tingkat kualitas universitas. Dikarenakan Kemenkeu telah berbicara dengan beberapa rektor Universitas sebagai pusat pembangunan SDM.

“Vokasi dilakukan kemudian banyak sekali kerja sama yang dilakukan Indonesia dengan institusi yang dianggap memiliki kemampuan riset dan inovasi yang dilakukan oleh LPDP, Kementerian Dikti, universitas, maupun lembaga riset kita,” ujarnya. (*)

 

Teks: Reza Fiqih

Tags: , , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: