Siapkan Generasi Kreatif Melalui ‘Go Global Indonesia’

Divisi Go Global Indonesia khusus disiapkan untuk generasi Indonesia berkompetensi global.
, Majalah Kartini | 24/10/2016 - 11:00

 

MajalahKartini.co.id – Yayasan Bina Antarbudaya (YAB), sebuah organisasi non profit dan non pemerintah berbasis relawan yang telah berumur 31 tahun, meluncurkan divisi terbarunya bernama Go Global Indonesia di Jakarta, Kamis (20/10). Divisi ini menyasar generasi muda Indonesia agar dapat memiliki kompetensi gobal di era pasar bebas saat ini.

Berdasarkan laporan The Global Competitiveness Report dari World Economic Forum tahun 2013- 2014, Indonesia berada di peringkat ke-38 dari 148 negara. Bahkan berdasarkan daya saing, logistik, dan produktivitas tenaga kerja selama tahun 2012-2013, posisi Indonesia masih berada di bawah Singapura, Malaysia, dan Thailand.

Data lain dari Badan Pusat Statistik (BPS) 2015 menunjukkan bahwa jumlah pemuda Indonesia adalah seperempat dari total jumlah penduduk keseluruhan, yaitu sebesar 61,83 juta jiwa. BPS juga memperkirakan bahwa kelak pada tahun 2020 hingga 2030, Indonesia akan mengalami bonus demografi, dimana jumlah penduduk berusia produktif (15-64 tahun) akan lebih besar dibandingkan dengan usia penduduk tidak produktif. Keadaan ini akan sangat menguntungkan Indonesia, karena setiap 10 orang produktif hanya akan menanggung sekitar 3-4 orang orang berusia tidak produktif.

Menanggapi fakta ini, Asmir Agoes, Ketua Dewan Pembina Yayasan Bina Antarbudaya menuturkan, di era globalisasi dengan persaingan ketat antar sumber daya manusia di tingkat global, maka Yayasan Bina Antarbudaya merasa perlu mendukung fokus arah kebijakan pendidikan Indonesia untuk menyiapkan generasi muda yang berkualitas tinggi dan siap bersaing dengan kompetensi global. “Peluang bekerja magang di perusahaan internasional, serta pendidikan dan pelatihan di dunia internasional merupakan solusi strategis untuk menyiapkan generasi muda yang terampil, cerdas budaya, dan memiliki daya saing global,” kata Asmir.

Asmir menambahkan, mengingat keberhasilan YAB dalam mengirimkan ribuan pelajar ke seluruh penjuru dunia selama 31 tahun, serta melihat banyak returnee yang berhasil menjadi pemimpin di berbagai bidang; maka pihaknya ingin memperluas dampak positif progam kepada kelompok pemuda di atas umur 18 tahun. “Mereka adalah generasi muda yang masih memiliki semangat belajar dan idealisme untuk dapat dibentuk dan diarahkan menjadi sumber daya manusia berkompetensi tinggi,” lanjutnya.

Sebagai bangsa yang berbudaya tinggi ditambah dengan jumlah pemuda yang sangat besar, terutama di saat terjadinya bonus demografi, sudah seharusnya kita mampu memanfaatkan momentum tersebut semaksimal mungkin untuk meningkatkan reputasi bangsa ini di mata dunia. “Merupakan kebanggan tersendiri bagi Yayasan Bina Antarbudaya, apabila dapat berkontribusi secara nyata dalam membentuk pemimpin muda yang berkualitas di masa depan,” tutup Asmir Agoes. (Foto : Go Global Indonesia)

Tags: , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: