Shelly Mahara Divonis Kanker Ovarium Usia 18 Tahun (Part 2)

Usai operasi, Shelly mengira semua penyakitnya sudah diangkat. Terlebih semua keluarga menutupi kondisi sebenarnya.
, Majalah Kartini | 07/09/2016 - 12:00

 

MajalahKartini.co.id – Shelly kembali pulang ke Binjai, perutnya terus saja membesar, persis orang yang sedang hamil tua. Perut buncit itu membuatnya tak hanya sulit bergerak, tapi juga sesak napas. Dia semakin bertanya-tanya ada apa gerangan pada tubuhnya.

Selang beberapa hari, seorang sahabat ibu Shelly Lo Ayi datang menjenguk. Lo Ayi kaget saat melihat perut Shelly membuncit dan mengeras. Ibu Shelly langsung menarik Lo Ayi keluar kamarnya. Di luar perbincangan serius pun berlangsung, sedangkan Shelly hanya hisa terdiam di kamarnya.

Setelah Lo Ayi berkunjung, Shelly mulai mendengar orangtuanya berbicara rencana berobat ke Guangzhou, Tiongkok. Mereka menyebut satu rumah sakit yang katanya biasa menangani tumor. Banyak orang Medan dan Binjai yang berobat tumor ke sana.

Orangtua Shelly sempat ragu untuk membawa putrinya ke Tiongkok karena Ibu Shelly tidak bisa berbahasa Mandarin, sedangkan ayahnya, Robert, yang bisa berbahasa Mandarin tak dapat mendampinginya karena darah tingginya akan naik karena stres menemani anaknya yang sakit.

Akhirnya diputuskan yang pergi menemani Shelly berobat ke Guangzhou adalah ibunya dan Lo Ayi. Tidak banyak yang dipersiapkan. Mereka sampai memutuskan mengurus visa di bandara saja. Betul sekali, mereka mengandalkan visa on arrival untuk berobat.

Ia kemudian menjalani pengobatan di FUDA Cancer Hospital dan dalam waktu dua minggu terapi ia sudah merasakan banyak perubahan. Saat ini sudah 10 tahun ia dinyatakan bebas kanker. “Di FUDA saya menjalani terapi dengan cryotherapy atau disebut juga cryotherapy. Ini adalah terapi menggunakan suhu dingin yang ekstrim yang dihasilkan oleh nitrogen cair (atau gas argon) untuk menghancurkan jaringan sel-sel kanker,” paparnya.

Awalnya cryosurgery digunakan untuk terapi kanker kulit, tetapi saat ini cryosurgery digunakan untuk mengobati berbagai jenis kanker, di mana nitrogen cair dipaparkan langsung ke sel-sel kanker. Setelah jaringan sel kanker rusak baru diangkat melalui operasi.

President FUDA Cancer Hospital Prof. Niu Lizhi, memaparkan tentang hidup sehat untuk mencegah penyakit kanker dan pengobatan kanker terbaru. Angka harapan hidup manusia normal adalah 120 tahun.

“Tetapi umumnya sulit untuk mencapai usia 120 tahun karena manusia mengidap banyak penyakit dan mengalami komplikasi yang mempersingkat hidupnya. Salah satunya kanker, penyakit yang paling berpengaruh pada usia hidup manusia,” jelas Prof. Niu Lizhi. (Foto : Facebook Shelly)

Tags: , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: