Seksis, Admin Twitter Ditjend Pajak Minta Maaf

Tak hanya menjawab, admin twitter DJP juga bercanda menawari netizen menjadi istri.
, Majalah Kartini | 23/02/2017 - 12:26

Seksis Admin Twitter Ditjend Pajak Minta Maaf

MajalahKartini.co.id – Akun twitter resmi Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan meminta maaf kepada netizen karena kicauan yang bernada seksis. Cuitan itu muncul ketika Rizqi Ayuni Lestari melalui akun twitternya @ayuderal berkicau pada hari ini, Rabu (22/2) pukul 08:46 WIB. “@DitjenPajakRI min kalau mau jadi pegawai pajak tapi bukan lulusan STAN bisa ngga gak sih min? ;)”

Cuitan itu dibalas akun @DitjenPajakRI dengan bunyi, “Untuk rekrutmen terbuka, kami menginduk ke @KemenkeuRI. Dinda Ayu nggak mau jadi istrinya pegawai pajak saja? #ehem.” Balasan akun resmi DJP tersebut sontak menimbulkan reaksi negatif dari para netizen. Salah satunya akun @rebel_brums yang berkicau, “@DitjenPajakRI @KemenkeuRI hey para orangtua liat nih anak-anak perempuan lo nyari kerja halal malah ditawar jadi bini. Kl (kalau) gatel pk (pakai) akun esek ja.” Akun @MarselinusChen menimpali, “@DitjenPajakRI @KemenkeuRI wah adminnya numpang cari jodoh ya.”

Melihat reaksi tersebut, admin @DitjenPajakRI meminta maaf melalui serangkaian cuitan pada pukul 14:32 WIB. “Selamat siang #KawanPajak. Taxmin secara terbuka meminta maaf terkait konten twit kami yang mengandung unsur seksis.” cuitan permintaan maaf disampaikan pada hari yang sama pukul 14.32.

DJP menyebutkan, kicauan tersebut dimaksudkan semata untuk humor dan sama sekali tidak berupaya merendahkan lawan bicara. DJP berterimakasih atas masukan dari netizen kepada mereka. DJP berjanji, tanggapan yang masuk akan menjadi bahan evaluasi dan perbaikan untuk untuk menyebarkan konten di media sosial.

“Sebagai bagian dari @KemenkeuRI, @DitjenPajakRI mendorong terus berlakunya pengarusutamaan gender (PUG).” PUG sendiri berwujud memastikan seluruh kebijakan, program, dan kegiatan telah adil dan setara bagi perempuan dan laki-laki. PUG di Kemenkeu juga diwujudkan dalam pedoman pelaksanaan dan penganggaran responsif gender. (Foto: Shutterstock)

Tags: , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: