Kacang Dapat Meningkatkan Fungsi Otak

Makan kacang lebih dari 10 gram per hari akan memberikan peningkatan kemampuan berpikir, nalar dan emosi.
, Majalah Kartini | 26/03/2019 - 20:00

Foto: Istimewa

MajalahKartini.co.id – Penelitian di Cina terhadap manusia dengan rentang usia di atas 55 tahun berhasil membuktikan bahwa dengan makan kacang lebih dari 10 gram per hari atau setara dengan dua sendok teh dapat memberikan peningkatan kemampuan berpikir, nalar, dan emosi.

Para peneliti pun menemukan, jika memakan kacang dalam jumlah sama dapat meningkatkan fungsi kognitif orang tua hingga 60 persen. Riset ini menganalisis sembilan gelombang pendataan dalam Survei Gizi Kesehatan Cina yang dikumpulkan selama 22 tahun dan dari riset ini terungkap 17 persen orang memakan kacang tanah.

Menurut pemimpin riset, Dr Ming Li, kacang diyakini sebagai sumber anti-inflamasi dan antioksidan yang sangat baik, dan dapat membantu mengurangi penurunan daya kognitif, karena kacang dikenal tinggi lemak, protein, dan serat sehat yang dapat menurunkan kolesterol dan meningkatkan kesehatan kognitif. “Meskipun tidak ada obat untuk penurunan kognisi terkait usia dan penyakit neurogeneratif, mengonsumsi kacang memberi efek baik untuk orang lanjut usia, ujar Li.

Baca Juga: Kacang, Cegah Depresi Saat Hamil

Populasi yang menua adalah salah satu tantangan paling substansial di abad ini. Ia mencatat, jika fenomena ini telah menjadi masalah besar di Cina, sebab negeri itu menjadi satu populasi penuaan yang tumbuh paling cepat di dunia. Menurut laporan terbaru PBB, di tahun 2029 populasi negara ini diperkirakan mencapai 1,44 miliar jiwa.

Pada tahun 2050, sebanyak 330 juta orang Cina akan berusia lebih dari 65 tahun, dan 90,4 juta orang akan berusia lebih dari 80 tahun. Data ini jelas mewakili populasi terbesar dunia dari kelompok usia paling tua. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan jumlah orang yang hidup dengan demensia di dunia mencapai 47 juta. Bahkan, jumlah itu diproyeksikan akan meningkat menjadi 75 juta pada tahun 2030. Jumlah kasus demensia juga diperkirakan hampir tiga kali lipat pada tahun 2050.

Seiring bertambahnya usia, manusia memang secara alami mengalami perubahan pada penalaran konseptual, memori, dan kecepatan pemrosesan. Ini semua adalah bagian dari proses penuaan normal. Tapi, usia juga merupakan faktor risiko terkuat yang diketahui untuk penyakit kognitif.(*)

Tags: , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: