Inikah Sekolah Paling Toleran di Indonesia?

Bangunan ibadah masing-masing agama dibangun berdampingan di kompleks sekolah.
, Majalah Kartini | 10/01/2017 - 17:16

inikah-sekolah-paling-toleran-di-indonesia

MajalahKartini.co.id – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy meninjau sekolah multi etnis yang gaungkan pendidikan inklusif. Muhadjir mengapresiasi Yayasan Perguruan Iskandar Muda Medan yang berhasil mendirikan sekolah dengan nilai toleransi dan gotong royong tinggi. “Merintis dan membesarkan lembaga pendidikan itu tidak mudah, apalagi sekolah yang dibangunnya atas dasar budaya gotong royong dan merangkul kemajemukan,” kata Muhadjir seperti yang dilansir laman resmi Kementerian Pendidikan, Ahad, 8 Januari 2017.

Yayasan Perguruan Iskandar Muda Medan yang didirikan oleh Sofyan Tan ini berupaya menyemaikan nilai-nilai toleransi dan penghargaan terhadap kebinekaan dengan berpijak pada pendidikan inklusif. Keragaman latar belakang siswanya sangat kental. Sekolah ini mencerminkan miniatur Indonesia. Pihak sekolah memfasilitasi keragaman agama siswanya, bangunan ibadah masing-masing agama dibangun berdampingan di komplek sekolah. Karena itulah, tak heran kompleks sekolah ini mendapatkan penghargaan Maarif Award Tahun 2014.

Buya Syafii Maarif yang didaulat untuk meresmikan bangunan pura yang diapit vihara dan mesjid serta berdampingan dengan gereja menyampaikan pentingnya keberagaman dan toleransi. “Sekolah yang toleran itu tunas peradaban. Intoleransi simbol kebiadaban. Toleransi inti keberadaban,” ujar Maarif.

Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda sendiri didirikan pada tanggal 25 Agustus 1987 oleh dr Sofyan Tan, seorang pemuda Tionghoa yang berasal dari desa Sunggal. Lokasi sekolah ini terletak di atas pertapakan yang terselip di ujung sebuah gang. Namanya Gang Bakul, Desa Sunggal, Medan. Gedung Sekolah Sultan Iskandar Muda berdiri di atas tanah sawah yang sudah tidak bisa dimanfaatkan lagi, dengan luas kurang lebih 1.500 m2.

Sekolah ini membuat gerakan orangtua asuh untuk mengetuk dermawan agar memberi santunan biaya sekolah untuk siswa miskin di sekolahnya. Beberapa NGO Internasional yang sejalan dengan visi dan misi sekolah diajak kerjasama seperti Caritas Switzerland, Pan Eco Foundation dsb. Mereka memberikan bantuan untuk pembangunan dan pengembangan infrastruktur dan fasilitas di YPSIM.

Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda saat ini diperkuat 126 tenaga pengajar lulusan D3, S1 dan S2 dan pegawai. Sedangkan jumlah siswanya berkisar 2.200 orang, 600 orang diantaranya adalah anak asuh yang bebas uang sekolah, anak yang diberikan subsidi silang, beserta penerima beasiswa. (Sundari/Foto: Dok YPSIM)

Tags: , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: