Sekjen PSI Sebut Lawan Capres-Cawapres Nomor Urut 01 Hanyalah Propaganda Kebohongan

Hal tersebut diutarakan Raja Juli Antoni dalam sebuah dialog mahasiswa di Kalimantan Barat.
, Majalah Kartini | 25/01/2019 - 12:00

MajalahKartini.co.id – Sebagai salah satu kader partai pendukung Capres-Cawapres nomor urut 01, Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni atau Toni menyebut lawan capres petahana Joko Widodo hanyalah kebohongan. Menurut dia, Prabowo Subianto, lawan politik Jokowi, kerap berbohong dalam berkampanye.

Hal itu disampaikan Toni saat menghadiri acara ‘Dialog Publik: Pemilu, Hoax, dan Intoleransi’ yang diadakan oleh Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) cabang Sintang, Kalimantan Barat (24/1). Toni awalnya mengutip Joseph Goble, ahli propaganda Nazi bahwa kebohongan yang cukup sering diulang-ulang akan menjadi kebenaran: repeat a lie often enough, it will become the truth.

“Teori propaganda itu semakin buruk di abad digital, lahir para ‘pedagang kebohongan’ yang sengaja mengambil keuntungan materi maupun politis dengan cara memproduksi dan menyebarkan kebohongan. Paslon 02, Prabowo Subianto, berulang kali menyebarkan kebohongan dalam berkampanye,” tegas Toni.

Toni mengungkit pernyataan Prabowo Subianto soal kemiskinan, yaitu 99 persen rakyat hidup pas-pasan dan lainnya. Menurut dia, itu tak sesuai kenyataan.

“Data BPS menunjukkan bahwa jumlah orang miskin pada Maret 2018 adalah 25,95 juta jiwa atau 9,82 persen. Jumlah ini terendah sepanjang Indonesia merdeka. Sekitar 52 juta orang atau 22 persen penduduk Indonesia masuk golongan kelas menengah. Klaim Prabowo tersebut bahkan sudah dibantah oleh Bank Dunia sendiri,” sebutnya.

Antoni juga mengkritik pernyataan Prabowo soal Haiti. Menurutnya, Indonesia tak seperti Haiti. Dia juga berbicara tentang selang cuci darah RSCM yang sempat disebut Prabowo dipakai berkali-kali.

“Prabowo menyebut Indonesia adalah negara miskin seperti Rwanda dan Haiti di Afrika. Faktanya, PDB Haiti dan Rwanda jauh di bawah kita. Ketimpangan dan pengangguran di sana juga jauh di atas Indonesia. Akhir 2018, calon presiden 02 membuat gaduh ketika melemparkan tuduhan beracun: bahwa selang cuci darah Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo dipakai hingga 40 kali. Tuduhan kosong karena lagi-lagi tidak bisa dibuktikan,” sebut Toni.

Toni mengimbau kader GMKI dan generasi muda Kalbar memenangkan Jokowi. Menurutnya, Jokowi hanya akan kalah jika kebohongan terus dibiarkan. “Hasil kerja keras Jokowi sangat nyata dirasakan masyarakat. Maka yang bisa mengalahkan Jokowi hanyalah propaganda kebohongan,” pungkasnya mantap seperti dilansir Detikcom. (*)

Tags: , , , , , , , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: