Sebuah Desa di Mojokerto Diterjang Banjir Bandang

Selain memutus jalan desa, banjir bandang juga menghanyutkan beberapa barang dan menutup sebagian rumah warga dengan lumpur.
, Majalah Kartini | 19/01/2019 - 09:00

MajalahKartini.co.id – Musibah bencana alam kembali terjadi di Indonesia, kali ini melanda Dusun Watusari, Desa Wotanmas Jedong, Ngoro, Kabupaten Mojokerto. Material lumpur bercampur batu dan pepohonan memutus jalan desa dan merusak 4 rumah. Selain itu, truk dan ternak milik warga ikut terseret.

Dilansir dari Detikcom, material lumpur, bebatuan besar dan pepohonan yang tumbang menutup jalan Watusari menuju ke Dusun Jedong, Desa Wotanmas Jedong. Panjang jalan yang tertutup material longsor ini mencapai sekitar 30 meter. Jalan paving selebar 3 meter tak lagi nampak karena tertutup material longsor. Selain itu, sebuah jembatan sepanjang 8 meter juga tertimbun material batu, lumpur dan pepohonan. Sebuah dump truk milik warga Watusari tampak terguling akibat terseret banjir bandang. Truk tersebut sebelumnya diparkir di tepi jalan sekitar 10 meter dari titik tergulingnya saat ini.

Banjir bandang juga menerjang teras rumah warga tepat di sebelah selatan jembatan. Teras rumah ambruk sebagian. Lumpur masuk hingga ke dalam rumah selutut orang dewasa. Sedangkan rumah lainnya tepat di sebelah kanan rumah Legini, lantai terasnya tertutup lumpur dengan ketebalan sekitar 5 cm.

“Ada empat rumah yang kena lumpur, rumahnya Legini, Kamin, Sunamah dan Anis. Lumpur di rumahnya Sunamah dan Anis masuk ke dalam rumah sampai selutut,” terang Us Satria, salah seorang warga Watusari di lokasi  (18/1).

Anggota Linmas Desa Wotanmas Jedong Misnan mengatakan, sebelum banjir bandang terjadi, hujan deras mengguyur Desa Wotanmas Jedong dan sekitarnya sejak pukul 17.30 WIB. Sekitar pukul 18.30 WIB, banjir bandang menerjang. Material batu, pepohonan dan lumpur datang dari lereng Gunung Penanggungan.

“Suara gemuruh sangat kencang dari arah banjir bandang. Batu campur pepohonan dan lumpur,” ungkapnya. Gemuruh material longsor membuat warga Watusari panik. Guyuran banjir bandang ini terjadi sekitar 30 menit lamanya. Selain memutus jalan desa, sebuah kandang kambing milik warga juga hanyut diterjang material banjir bandang. Sebanyak 7 ekor kambing hanyut ke aliran sungai tepat di sebelah kanan rumah korban. Dari jumlah itu, 2 kambing ditemukan hidup, 1 mati, sedangkan 4 lainnya hilang.

Hingga pukul Jumat malam (18/1) pukul 22.45 WIB, warga masih memadati lokasi banjir bandang dan nampak membersihkan puing-puing dari area rumah mereka. (*)

Tags: , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: