Saksi Sidang Ahok Dinilai Mendadak Lupa Saat Ditanya

Salah seorang saksi beberapa kali mengaku lupa saat ditanya oleh pengacara Ahok. Ahok anggap ini tuduhan tak berdasar.
, Majalah Kartini | 04/01/2017 - 11:00

saksi-sidang-ahok-mendadak-amnesia-saat-ditanya

MajalahKartini.co.id – Kakak angkat terdakwa kasus dugaan penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Andi Analta Amir, mempertanyakan saksi ketiga yang dihadirkan jaksa, Gus Joy Setiawan. Gus dinilai mendadak jadi pelupa ketika ditanya pengacara Ahok.

“Kapabilitas seorang saksi sering lupa. Saksi ketiga (Gus Joy), ditanyai soal riwayat hidup saja bilang lupa-lupa, ditanya kapan lulus sekolahnya apa, dimana lupa-lupa terus. Semua pertanyaan ya 75 persenlah dijawab lupa-lupa terus,” ujar Andi di sela-sela persidangan di Auditorium Kementerian Pertanian, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (3/1/2017).

Gus beberapa kali mengaku lupa saat ditanya pengacara Ahok seputar kesaksiannya di BAP. “Di BAP ada kata ‘pakai’, di laporan tidak ada kata ‘pakai’. Apa ada kaitannya dengan Buni Yani?” tanya pengacara Ahok. “Saya tidak tahu dengan Buni Yani. Saya lupa,” jawab Gusjoy.

Pengacara Ahok juga menggali kembali isi BAP Gus Joy tentang makna tersurat dan tersirat serta aspek semantik dan linguistik. Tapi, jawabannya tetap sama, lupa.  “Saya lupa, saya tidak bisa menjawab,” kata Gusjoy.  Hingga akhirnya salah satu pengacara Ahok yaitu Sirra Prayuna menanyakan hal dasar kelulusan sekolah namun, Gus juga lupa.

Andi menilai kesaksian Gus secara umum dapat diterima. Menurut Andi, Gus hanya menganalisa rekaman video yang durasinya tidak utuh atau bukan saksi fakta di lapangan ketika Ahok mengutip surat Al Maidah ayat 51 di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, saat kunjungan kerja. “Ahok menganggap ini tuduhan yang tak berdasar. Dasar yang dikatakan saksi ketiga cuma yang dilihat di YouTube. Apalagi, kan ada kaitannya dengan salah satu peserta pilkada (cagub),” kata dia.

“Yang dianalisa cuma cuplikan video dari YouTube saja. Itu pun hanya 30 menit, padahal yang Pemprov bikin kan sekitar sejam ya,” Andi menambahkan. Pengacara Ahok kemudian mengingatkan bahwa kesaksian palsu di sidang bisa dipidana.

Andi menganggap kesaksian Gus bisa menjadi tak obyektif lantaran pernah berkomunikasi dengan salah satu peserta pilkada Jakarta periode 2017-2022. “Saksi ketiga (Gus Joy) ngaku sebagai advokat, padahal dilantik saja belum. Dia mengakui anggota partai pendukung salah satu calon. Tadi ditanya pengacara Ahok dan dijawab saksi itu,” kata dia.

Dalam persidangan yang berlangsung tertutup dari liputan media, menurut Andi, Ahok tak tertekan. Dia mendengarkan semua keterangan saksi. “Ahok biasa saja, nggak merasa tertekan, jadi nothing to lose-lah. Yang diperiksa sekarang (mau saksi) keempat, terakhir,” kata dia.

Sebelum Gus, saksi yang dihadirkan jaksa adalah Sekretaris Jenderal DPD FPI Jakarta Novel Chaidir Hasan Bamukmin dan Imam FPI Jakarta Habib Muchsin bin Zaid Alattas. Sidang dimulai pukul 09.00 dan berakhir pada pukul 20.30 WIB. (Evi Indria/Foto: bantenplus.co.id)

Tags: , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: