Saatnya Pemberdayaan Perempuan dalam Menghadapi Bencana

Kegiatan ini dilakukan dalam rangka merefleksikan kembali tentang bencana tanah longsor yang sering terjadi di wilayah Kulonprogo.
, Majalah Kartini | 20/11/2017 - 15:45

MajalahKartini.co.id – NGO Collaboration Centre for Hanshin Earthquake Japan bekerja sama dengan Universitas Kristen Duta Wacana mengunjungi Desa Kebonharjo, Kabupaten Kulonprogo, DIY untuk saling berbagi dalam rangka program pemberdayaan perempuan dalam kesiapsiagaan terhadap bencana. Pada hari pertama dari kunjungan yang direncanakan selama 5 hari ini, ada beberapa titik yang rawan terjadi bencana telah ditinjau. Yaitu Dusun Gowok, Dusun Kaliduren, Dusun Kleben dan Dusun Jarakan, dimana kesemuanya adalah titik-titik rawan longsor yang telah dipetakan oleh Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Desa Kebonharjo.

Kepala Desa Kebonharjo, Rohmad Ahmadi  sangat mengapresiasi lembaga Colaboration Centre for Hanshin Earthquake Japan dan Kampus Duta Wacana Yogyakarta yang melakukan kunjungan sebagai tindak lanjut diskusi dengan Pemerintah Desa Kebonharjo pada pertengahan Juli 2017 lalu. “Acara ini akan memberi pengalaman baru tentang penanganan bencana yang lebih luas dan menyeluruh yang akan meningkatakan kemandirian dan ketahanan terhadap bencana,” ujarnya.

Refleksi ini dilakukan untuk mendalami permasalahan yang terjadi di wilayah Kebonharjo ini, sehingga ke depannya warga akan lebih ‘siap’ ketika bencana terjadi karena pada dasarnya bencana tidak dapat kita hindari dan sewaktu-waktu dapat terjadi. Selain melihat beberapa titik rawan bencana longsor tersebut, beberapa usaha masyarakat dalam menghidupkan perekonomiannya juga ditinjau, diantaranya adalah industri susu kambing etawa, teh hijau, minuman herbal dan gula aren yang semuanya terdapat peran perempuan di dalamnya.

Dalam kunjungan ini, kuliner lokal juga kesenian tradisional Jatilan yang merupakan kesenian asli desa Kebonharjo ini juga disajikan. Harapannya kesenian tradisional dan berbagai budaya ini dapat dijadikan media untuk pengurangan risiko bencana. Kegiatan perekonomian yang dikembangkan oleh warga desa Kebonharjo ini akan berkontribusi terhadap perubahan lingkungan hidup yang terus terjadi. Untuk itu, peran kelompok-kelompok usaha perempuan yang bersperspektif kebencanaan mampu menjadi solusi alternatif terhadap persoalan kebencanaan yang terjadi. Peran perempuan juga sangat efektif dalam mentransfer pengetahuannya terhadap generasi berikutnya.

Diharapkan setelah kunjungan dalam rangka pendalaman terhadap permasalahan dan potensi Desa Kebonharjo ini, akan ada tindak lanjut dari program ini khususnya dalam rangka pemberdayaan masyarakat lokal dan juga pendidikan bagi perempuan dan anak-anak dalam kesiapsiagaan terhadap bencana secara holistik dan berkelanjutan. Choiriyah, salah satu perempuan pengurus Forum Pengurangan Resiko Bencana yang ikut dalam kegiatan itu mengungkapkan kegiatan ini luar biasa karena dia mendapatkan pengetahuan tentang persiapan penanggulangan bencana bahwa segala sesuatu harus dipersiapkan oleh masyarakat. (Foto: Doc Pribadi)

Tags: , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: