Saatnya Ciptakan Ruang Perlindungan bagi Pengrajin Batik

Dibutuhkan terobosan bagi pelaku industri batik, baik itu dari sisi perlindungan pasar sampai kepada pembinaan bagi konsumen.
, Majalah Kartini | 12/10/2016 - 17:00

MajalahKartini.co.id – Asumsi bahwa batik canting itu mahal, harus dipahami dengan berbagai aspek. Termasuk, pola distribusi sebuah produk batik. Maka dari itu, Didik Purwadi, Asisten Sekretaris Daerah Bidang Keistimewaan dalam hal ini Ketua penyelenggara JIBB mengharapkan agar kedepannya Pemda DIY ingin menciptakan ruang seluas-luasnya kepada para perajin batik dengan kembali menghidupkan Koperasi Batik secara simultan.

“Selain menciptakan ruang perlindungan bagi perajin batik, konsumen pun perlu diedukasi, bahwasannya tekstil motif batik telah menghancurkan pasaran batik tradisional, memang telah menyurutkan industri batik kelas rumah tangga,” terangnya.

Dikatakan pula, untuk tetap mempertahankan eksistensi pembatik kecil, Pemda DIY akan berupaya semaksimal mungkin menciptakan wadah bagi UKM batik, hingga produk batik canting yang mampu diakses semua kalangan.

“Selama ini perilaku pasar yang terjadi adalah pembatik tak lebih dari tukang, sedang pasar tetap sebagai penentu. Kedepan, kami berusaha menciptakan sistem sertifikasi, sehingga selain perajin terlindungi, konsumen pun teredukasi,” tegasnya.(Foto: Andim)

Tags: , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: