Rismaharini dan Zumi Zola Raih Penghargaan Pendidikan

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan serahkan Anugerah Kihajar kepada 12 Kepala Daerah berprestasi.
, Majalah Kartini | 28/11/2016 - 15:30

MajalahKartini.co.id – Menteri Pendidikan dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy memberikan Anugerah Kihajar kepada 12 kepala daerah berprestasi di dalam memajukan pendidikan di daerah masing-masing melalui peranan Teknologi Informasi dan Komunikasi. Penghargan ini diberikan pada Jumat (25/11) di Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta.

“Memberikan apresiasi yang tinggi kepada pemerintahan kabupaten/kota dan provinsi, apresiasi atas segala upayanya dalam inisiatif dalam membuat kebijakan, mengembangkan serta mengimplementasikan TIK” kata Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui siaran pers. Para kepala daerah itu terdiri atas empat gubernur, dan delapan walikota atau bupati. Gubernur yang menerima penghargaan KiHajar, yakni Gubernur Jambi Zumi Zola, Gubernur Nusa Tenggara Barat Zainul Majdi, Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo, serta Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran.

Sementara, tujuh wali kota yang mendapatkan KiHajar, antara lain Wali Kota Gorontalo Marten A. Taha, Wali Kota Bontang Neni Moernaeni, Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi.Selain itu juga Wali Kota Pontianak Sutarmidji, Wali Kota Jambi Syarif Fasha, Wali Kota Ternate Burhan Abdurrahman, dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Sedangkan bupati yang mendapatkan anugerah, yaitu Bupati Kerinci Adi Rozal.

Anugerah Kihajar tahun 2016 merupakan penyelenggaraan ke-11. Anugerah Kihajar diharapkan dapat menjadi tolok ukur perkembangan TIK untuk pendidikan di Indonesia, serta wadah tahunan bagi para pemangku kepentingan untuk dapat mempublikasikan karya, berbagi ide, saling menginspirasi, dan memperoleh informasi terkini.

Bagi para kepala daerah, Anugerah Kihajar merupakan bentuk penghargaan kepada pemerintah daerah yang berprestasi dalam pendayagunaan TIK untuk pendidikan. Mereka berhasil memanfaatkan teknologi untuk pembelajaran maupun dalam kegiatan administrasi di sekolah dan lembaga pemerintah yang terkait dengan Pendidikan.

Ari menjelaskan, tahapan penganugerahan didahului dengan proses penilaian yang dilakukan selama dua bulan, yaitu sejak Oktober -November 2016. Penilaian dilakukan oleh tim juri yang terdiri dari kalangan Universitas, pakar TIK dan kalangan internal Kemdikbud, yaitu Pustekkom.  Setelah melalui proses penilaian berdasarkan kebijakan, program, dan implementasi didapatkan nama penerima anugerah dengan empat tingkatan berdasarkan hasil penilaian dari dewan juri, yaitu pertama, madya, utama dan khusus. (Ndari Sudjianto/Foto: Kemendikbud)

 

Tags: , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: