Risiko Kematian Dini Datang Jika Kebanyakan Tidur

jRisiko kematian muncul ketika anda terlalu banyak porsi tidur.
, Majalah Kartini | 08/04/2017 - 13:09

Risiko Kematian Dini Datang Jika Kebanyakan TidurMajalahKartini.co.id – Ketika tidur larut malam, orang akan menambah jam tidurnya di pagi hari. Pafahal jika Anda selalu tidur lebih dari delapan jam, apalagi begadang malamnya bisa berbahaya bagi kesehatan Anda. Sebuah studi yang melibatkan lebih dari satu juta peserta berusia di atas 30 tahun ini mengungkapkan, orang yang tidur selama delapan jam atau lebih, juga kurang dari empat jam, memiliki tingkat kematian lebih tinggi, daripada mereka yang berhasil enam atau tujuh jam semalam.

Penelitian ini menunjukkan hubungan yang jelas antara tidur durasi panjang dan angka kematian yang tinggi. Tapi saat ini, ilmuwan dari Amerika Serikat ilmuwan yang melakukan penelitian yang menjelaskan temuan tersebut. “Kami tidak tahu apakah waktu tidur yang panjang menyebabkan kematian. Penelitian tambahan diperlukan untuk menentukan apakah pengaturan jam alarm bangun tidur juga benar-benar akan meningkatkan kesehatan Anda,” kata Dr Daniel Kripke, Profesor Psikiatri dari University of California di San Diego.

Rata-rata orang hanya tidur sekira 6,5 jam dan ini termasuk aman. Dari sudut pandang kesehatan, tidak ada alasan untuk tidur lebih lama. Para ilmuwan sedang mendiskusikan temuan ini pada pertemuan tahunan Asosiasi Amerika. Mereka mengungkapkan, orang-orang minimal tidur sedikitnya lima jam setiap malam. Itu juga tidak boleh terlalu sering.

Hasil penelitian ini menunjukkan, orang yang tidur pas waktunya delapan jam, 12 persen lebih mungkin menghindari risiko kematian dini. Dalam studi antara tahun 1982 dan 1988, total 5,4 persen dari perempuan dan 9,4 persen dari laki-laki telah meninggal cepat akibat tidur berlebihan.

Baru-baru ini, ada penelitian kolaborasi antara University of California dan American Cancer Society yang diterbitkan oleh Archives of General Psychiatry. Dengan 1,1 juta peserta dengan memperhitungkan variabel pertimbangan seperti usia, diet, olahraga, masalah kesehatan dan faktor risiko seperti merokok.

Temuan juga menunjukkan bahwa orang yang mengalami insomnia sesekali tidak meningkatkan risiko kematian dini. Tapi berbeda bila dia menenggak obat pil tidur. “Insomnia tidak identik dengan tidur pendek. Tapi pasien umumnya mengeluh insomnia terjadi ketika mereka tidur dengan durasi sedikit,” simpulnya, dilansir Dailymail, Jumat (7/4). (Foto: Shutterstock)

Tags: , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: