Ribuan Siswa SD di Jakarta Belajar Cuci Tangan

Tim medis RS Pondok Indah diterjunkan langsung untuk memberikan edukasi cuci tangan yang dikemas dalam aktivitas menarik.
, Majalah Kartini | 25/11/2016 - 19:00

MajalahKartini.co.id – Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan anak yang merupakan generasi penerus bangsa, RS Pondok Indah Group bekerja sama dengan Unilever melalui brand Lifebuoy mengadakan kegiatan ‘Belajar Cuci Tangan’ di 30 sekolah dasar di wilayah Jakarta. Tim medis RS Pondok Indah diterjunkan langsung untuk memberikan edukasi cuci tangan yang dikemas dalam aktivitas menarik dan menggunakan materi edukasi yang mudah dimengerti oleh anak-anak.

Kegiatan yang diselenggarakan mulai 21-25 November 2016 ini adalah rangkaian kegiatan ulang tahun RS Pondok Indah Group yang ke-30. Anak-anak perlu diberikan pemahaman yang benar tentang cuci tangan karena tangan adalah media utama bagi penularan kuman-kuman penyebab penyakit seperti diare dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Berdasarkan data WHO tahun 2013, diare merupakan penyakit kedua yang menyebabkan kematian pada anak-anak. Chief Operating Officer RS Pondok Indah, dr. Yuliana, MARS, mengatakan, tujuan utama kegiatan ‘Belajar Cuci Tangan’ adalah mengingatkan kembali seluruh masyarakat, khususnya anak-anak, mengenai pentingnya membiasakan cuci tangan sebelum dan sesudah melakukan aktivitas.

“RS Pondok Indah Group sebagai institusi kesehatan hadir memberikan manfaat langsung bagi masyarakat melalui edukasi cuci tangan sejak dini, menyadarkan anak-anak bahwa mencuci tangan hingga bersih adalah cara paling mudah, murah, dan sederhana agar terhindar dari berbagai penyakit,” kata dr. Yuliana di Jakarta, Rabu (23/11). Pada kegiatan CSR kali ini, RS Pondok Indah Group bekerjasama dengan brand sabun cuci tangan ini yang memiliki misi sama dalam melakukan edukasi cuci tangan sejak dini.

Pada dasarnya, membiasakan perilaku sehat sejak anak masih kecil lebih mudah ketimbang mengubah perilaku ketika dewasa. Semakin luasnya budaya mencuci tangan yang benar akan memberi kontribusi signifikan untuk mengurangi tingkat keterjangkitan penyakit, terutama bagi anak-anak. Hasil Riskesdas tahun 2013 menunjukkan bahwa proporsi penduduk umur >10 tahun yang berperilaku cuci tangan dengan benar di Indonesia meningkat dari 23,2% pada tahun 2007 menjadi 47,0 persen pada tahun 2013.

“Kami sangat mendukung program pemerintah Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di mana salah satunya adalah Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS). Kami berusaha terus melakukan edukasi cuci tangan guna mencegah penyakit yang dapat ditularkan melalui tangan sebagai salah satu cara mudah untuk hidup sehat. Kami juga mengajak pihak-pihak yang mempunyai visi dan misi yang sama, untuk melakukan pendidikan sejak usia dini untuk hidup sehat,” papar dr. Gracecielia, MKK selaku Social dan Professional Relation PT Unilever Indonesia, Tbk.(Foto : Dok. RSPI)

Tags: , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: