Ramai Penumpang Tampar Petugas Bandara, Begini Kronologinya

Pemukulan itu dilakukan oleh penumpang Batik Air ID6275 tujuan Jakarta.
, Majalah Kartini | 06/07/2017 - 11:22

kronologi-penamparan-penumpang-ke-ptugas-bandara

MajalahKartini.co.id – Beredarnya video insiden pemukulan seorang penumpang terhadap Petugas Aviation Securit (Avsec) yang terjadi Rabu (5/7) itu disayangkan pihak managemen Bandara Sam Ratulangi. Menurut pihak bandara, pemukulan itu dilakukan oleh penumpang Batik Air ID6275 tujuan Jakarta. Menurut keterangan Polsek Bandara, calon penumpang tersebut berinisial JW (46).

Menanggapi kejadian tersebut, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta tindakan penumpang wanita yang menampar petugas Aviation Security Bandara Sam Ratulangi dilaporkan polisi. “Saya sudah minta agar segera lakukan upaya hukum atas perbuatan semena-mena tersebut,” kata dia kepada wartawan, kemarin.

Lalu bagaimana kronologinya? Berikut ini kronologi menurut Erik Susanto, PTS General Manager Bandara Sam Ratulangi.

Insiden itu, berawal dari datangnya dua calon penumpang saat waktu menunjukan pukul 07.46 Wita. Dua penumoang itu, seorang ibu dan anak sebagai penumpang Batik Air ID6275 tujuan Jakarta.

Saat keduanya melalui pemeriksaan Walk Through Metal Detector (WTMD) di Security Check Point (SCP) 2, alarm berbunyi karena mendeteksi adanya unsur logam. Bersadasarkan prosedur, maka personel Avsec meminta calon penumpang itu kembali untuk melepaskan jam tangan dan diperiksa ulang dengan mesin X-Ray.

Sayangnya, tidak diterima dengan permintaan itu. JW kemudian memarahi personel Avsec, AM (21), lalu memukul hingga mengenai lengan AM. Personel Avsec lainnya, EW, datang melerai, tetapi pelaku malah menampar EW di pipi bagian kiri sebagaimana yang terekam dalam video yang beredar.

“Pemeriksaan calon penumpang dan barang di bandar udara sudah diatur oleh undang-undang dan petugas kami di lapangan sudah menjalankan sesuai prosedur yang berlaku. Atas kejadian ini, kami sangat menyayangkan adanya sikap penolakan dari calon penumpang karena pemeriksaan yang dilakukan ini bertujuan untuk menjamin keamanan dan keselamatan penerbangan,” kata Erik, Kamis (6/7/2017).

Karena kejadian tersebut, terpaksa keberangkatan JW ditunda. Dia dibawa pihak kepolisian sektor bandara untuk dimintai keterangan. Baik EW maupun AM membuat laporan polisi mengenai kekerasan yang mereka terima.

Tetapi, JW ikut pula membuat laporan pengaduan atas perbuatan tidak menyenangkan. Hingga saat ini, permasalahan masih dalam proses investigasi oleh pihak kepolisian. “Petugas Avsec yang mengalami tindakan fisik oleh calon penumpang tidak mengalami luka yang menghambatnya dalam bertugas. Pasca-kejadian, petugas tersebut sudah kembali bertugas,” tutur Erik.

Usai memberikan keterangan kepada pihak kepolisian, JW melanjutkan keberangkatannya ke Jakara dengan penerbangan berikutnya pada pukul 10.00 Wita. “Kedua laporan pidana tersebut tetap akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Ibrahim Tompo. (Foto: Istimewa)

Tags: , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: